Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

3 Wanita Pertama Yang Masuk Islam

3 Wanita Pertama Yang Masuk Islam

3 Wanita Pertama Yang Masuk Islam
3 Wanita Pertama Yang Masuk Islam

 

1. Khadijah binti Khuwailid

Merupakan Istri Pertama Rasulullah Saw, Nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Khadijah merupakan anak pertama dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah bin Za’idah, yang berasal dari kabilah Bani Asad dari Suku Quraisy. Khadijah berasal dari golongan pembesar Mekkah dan menikah dengan Nabi Muhammad Saw ketika berumur 40 tahun dan Nabi Muhammad Saw berumur 25 tahun. Khadijah merupakan wanita kaya raya yang terkenal sekaligus wanita As-sabiqun Al-awwalun. Sewaktu wahyu pertama turun Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya dan wanita pertama yang memeluk Islam. Sepanjang hidupnya bersama Rasulullah, Khadijah begitu setia menyertainya dalam suka maupun duka dan setiap kali suaminya ke gua hira, ia pasti menyiapkan perbekalan dan keperluan Rasulullah. Allah mengkaruniakan 6 orang anak yaitu Qasim,Abdulllah, Zainab,Ruqayah,Ummu Kultsum dan Fatimah Az-zahra. Nabi Muhammad menyebut keistimewaan terpenting Khadijah dalam salah satu sabdanya : “Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, Ia beriman kepadaku. ketika semua orang mendustakanku, Ia menyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, Ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku” (Adz-Dzahabi). Khadijah telah hidup bersama Nabi Muhammad selama 24 tahun dan wafat pada usia 64 tahun 6 bulan. Beliau di makamkan di gunung hujun di pemakaman dekat Mekkah.

2.Ummu Aiman

Nama asli nya Barkah binti Tsa’labah/ Aiman Al-Baraqa, beliau merupakan hamba sahaya yang diwariskan kepada Nabi Muhammad Saw oleh ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib. Ummu Aiman juga merupakan Ibu susuan Rasulullah, Ummu Aiman mengasuh Rasululah sampai dewasa. Dia dimerdekakan setelah Nabi Muhammad menikahi Khadijah binti Khuwailid,Ummu Aiman mengasuh Rasulullah dengan kelembutan. Setelah Nabi Muhammad Saw di angkat menjadi rasul dan berkata: “Barang siapa yang ingin menikah dengan wanita ahli surga, maka hendaklah ia menikahi Ummu Aiman” mendengar sabda tersebut Zaid bin Haritsah segera menikahinya dan lahirlah Usamah bin Zaid, lelaki kesayangan Rasulullah. Ketika Allah memerintahkan Kaum Muslimin untuk hijrah ke Madinah, Ummu Aiman turut serta didalamnya, Dia melakukan hijrah dengan berjalan kaki, tanpa bekal dan dalam keadaan puasa, walaupun cuaca saat itu sangat panas, sehingga ia mengalami kehausan yang sangat. Lalu Allah memberikan kemurahan kepadanya dengan menurunkan dari langit satu timba air dengan tali timba yang berwarna putih, Dia pun meminumnya dengan puas. Dalam sebuah riwayat Ummu Aiman berkata: “Sesudah meminum air itu, aku tidak pernah haus lagi, meskipun aku berpuasa di tengah hari biasanya aku merasakan haus, kini aku tidak merasakannya lagi setelah meminum air itu”
Ketika Rasulullah wafat, Abu Bakar berkata kepada Umar :”Marilah kita mengunjungi Ummu Aiman sebagaimana Muhammad juga pernah mengunjunginya” Namun mereka mendapati Ummu Aiman sedang menangis dan Abu Bakar juga Umar berkata: “Apa yang membuat mu menangis? Bukankah tempat di sisi Allah lebih baik bagi Rasullulah” Ummu Aiman berkata: “Aku menangis bukan karena tidak tahu tempat di sisi Allah adalah lebih baik bagi Muhammad akan tetapi aku menangis karena wahyu sudah terputus dari langit” mendengar jawaban Ummu Aiman, Abu Bakar dan Umar pun ikut menangis bersamanya. Ummu Aiman wafat pada masa khalifah Utsman bin Affan.

Baca Juga: Sayyidul Istigfar

3. Aisyah binti Abu Bakar

Aisyah merupakan anak perempuan sahabat Nabi Muhammad Saw yaitu Abu Bakar Ash-Sidiq dan juga Istri tercintanya Rasulullah Saw. Aisyah lahir setelah 4 tahun Rasulullah di angkat sebagai Rasul dan Ibu nya bernama Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams bin Kinanah. Rasulullah menikahi Aisyah 2 tahun sebelum hijrah, Aisyah adalah seorang wanita berparas cantik dengan pipi yang kemerah-merahan sebab itulah Nabi memanggilnya “Humaira” yang artinya kemerah-merahan. Banyak wahyu turun ketika Rasulullah bersama dengan Aisyah dan Rasulullah bersabda: “Orang yang mulia dari kalangan Laki-laki banyak, Namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imran dan Aisyah Istri Fir’aun, dan keumataan Aisyah binti Abu Bakar atas semua wanita seperti keumataan garam pada semua makanan” HR. Bukhari (5/2067 dan Muslim (2431). Aisyah adalah wanita yang cerdas dan dia terkenal karena ingatan nya sangat tajam, ia diakui sebagai pembawa riwayat paling otentik dalam ajaran Islam. Aisyah pernah di fitnah oleh salah seorang munafik pada bulan sya’ban tahun 5 hijriyah. saat itu kaum muslimin usai berperang dengan bani Musthakiq. Ketika perjalanan pulang Aisyah di tandu dan ketika rombongan istirahat di suatu tempat di dekat kota madinah, saat itu Aisyah menyadari bahwa kalungnya hilang dia pun langsung mencari kalung tersebut dan tanpa memberitahu rombongan dan ternyata kalung itu tidak ditemukan dan ketika ia hendak kembali ke rombongan ternyata mereka sudah pergi. Aisyah pun pasrah dan berharap rombongan kaum muslim kembali terlalu lama menunggu dia pun tertidur dan tanpa di duga datanglah salah seorang anggota rombongan bernama Shafwan bin Mu’athal as-Sulami adz-Dzakwani Ra lewat, Shafwan bertugas sebagai anggota pasukan paling belakang dan dia melihat seseorang yan tertinggal dan setelah ia mengetahui bahwa yang tertinggal itu Aisyah Ra, Shafwan pun berkata “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un” dan shafwan pun segera memberikan tumpangan untanya kepada Aisyah dan dia pun berjalan kaki sambil menuntun untanya. Namun orang-orang yang menyaksikan shafwan dengan aisyah menimbulkan desas desus terhadap mereka berdua. Orang munafik Abdullah bin Ubay bin salul memfitnah aisyah dan fitnah itu cepat beredar di kalangan muslimin karena tuduhan fitnah itu sampai-sampai Rasulullah menunjukan perubahan sikapnya pada Aisyah. dan tak lama wahyu dari Allah pun turun yaitu dalam Al-Quran Surah An-nur ayat 11-26. Aisyah wafat pada tahun 58 hijriyah pada usia 63 tahun dan di makamkan di pemakaman baqi di kota madinah.

infobiz

Kembali ke atas