Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Dimensi-dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Dimensi-dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Dimensi-dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai suatu ideologi (ideologi terbuka) memiliki kekuatan yang sangat tergantung pada kualitas dari dimensi-dimensi yang dikandungnya. Dimensidimensi yang dikandung Pancasila adalah:

1. Dimensi Realita

Yaitu bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi (Pancasila) itu secara riil berakar dan hidup dalam masyarakat atau bangsanya (Indonesia), terutama karena nilai-nilai dasar tersebut bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya. Pancasila sebagai ideologi harus mencerminkan realitas hidup yang ada dalam masyarakat, serta tidak boleh bertentangan dengan tradisi, adat-istiadat, kebudayaan dan tata hidup keagamaan yang ada dalam masyarakat Indonesia.
Dengan demikian, Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak bersifat utopis yang hanya berisi ide-ide yang bersifat mengawang, melainkan suatu ideologi yang bersifat realistis yang mampu menjalankan diri dalam segala aspek kehidupan nyata.
2. Dimensi Idealitas
Yaitu bahwa nilai-nilai dasar ideologi (Pancasila) mengandung idealisme, bukan lambungan angan-angan yang memberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui perwujudan atau pengamalannya dalam praktek kehidupan bersama mereka sehari-hari dengan berbagai dimensinya. Pancasila memiliki nilainilai yang dianggap baik, benar oleh masyarakat Indonesia pada khususnya dan manusia pada umumnya. Rumusan Pancasila bersifat istematis, rasional dan menyeluruh yaitu hakikat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hakikat nilainilai Pancasila tersebut bersumber pada filsafat Pancasila (nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam Pancasila) sehingga kadar idealisme yang terkandung dalam Pancasila mampu memberikan harapan, optimisme serta mampu menggugah motivasi para pendukungnya untuk berupaya mewujudkan apa yang dicita-citakan.
3. Dimensi Fleksibilitas

Yaitu bahwa ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahkan merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang dirinya, tanpa menghilangkan hakekat atau jati dirinya yang terkandung dalam nilainilai dasarnya.


Sumber: https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/seva-mobil-bekas/

infobiz

Kembali ke atas