Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

distance learning di Indonesia

distance learning di Indonesia

 distance learning di Indonesia
distance learning di Indonesia

Pengalaman negara lain dan juga pengalaman distance learning di Indonesia ternyata menunjukkan sukses yang signifikan, antara lain:

 Mampu meningkatkan pemerataan pendidikan;

 Mengurangi angka putus sekolah atau putus kuliah atau putus sekolah;

 Meningkatkan prestasi belajar;

 Meningkatkan kehadiran siswa di kelas,

 Meningkatkan rasa percaya diri;

 Meningkatkan wawasan (outward looking);

 Mengatasi kekurangan tenaga pendidikan; dan

 Meningkatkan efisiensi.

2. PERGESERAN DRASTIS PARADIGMA DUNIA PENDIDIKAN

Dalam kondisi krisis moneter dengan kompetisi bebas di ambang pintu, ada baiknya kita berpikir sejenak tentang kondisi dan pengkondisian Sumber Daya Manusia yang ada di Indonesia. Sudah siapkah kita, mengertikah kita. Tulisan ini akan mengupas beberapa pergeseran mendasar dan drastis paradigma dunia pendidikan karena perkembangan pesat teknologi informasi khususnya internet yang pada akhirnya mempercepat aliran ilmu pengetahuan menembus batas-batas dimensi ruang, birokrasi, kemapanan dan waktu. Kita perlu menyadari bahwa di internet bukan hanya ilmu pengetahuan yang dapat ditransmisikan pada kecepatan tinggi akan tetapi juga data dan informasi. Kemampuan untuk mengakumulasi, mengolah, menganalisa, mensintesa data menjadi informasi kemudian menjadi ilmu pengetahuan yang bermanfaat sangat penting artinya.

Prasyarat lain yang akan mempercepat pergeseran paradigma dunia pendidikan adalah kompetisi bebas, free trade dan hilangnya monopoli. Kemungkinan prasyarat ini yang akan menghambat di Indonesia karena lambatnya adopsi kompetisi bebas di Indonesia. Akan tetapi saya yakin, cepat atau lambat dan mau tidak mau kompetisi bebas akan berjalan di Indonesia karena desakan dunia global. Bagi kami yang bergerak dan betul-betul hidup mengambil manfaat dalam dunia informasi berbasis internet, sebetulnya kompetisi bebas dan perdagangan bebas telah beberapa tahun ini kami nikmati – bahkan resesi ekonomi belum terlalu parah dirasakan. Mudah-mudahan hal ini dapat menggugah sedikit sebagian dari kita yang belum mengambil manfaat masksimal dari internet.

Beberapa konsekuensi logis percepatan aliran ilmu pengetahuan yang akan menantang sistem pendidikan konvensional yang selama ini berjalan antara lain:

1. Sumber ilmu pengetahuan tidak lagi ter pusat pada lembaga pendidikan formal yang konvensional. Akan tetapi sumber pengetahuan akan tersebar di mana-mana dan setiap orang akan dengan mudah memperoleh pengetahuan tanpa kesulitan. Paradigma ini dikenal sebagai distributed intellegence (distributed knowledge). Fungsi guru lembaga pendidikan akhirnya beralih dari sebuah sumber ilmu pengetahuan menjadi mediator dari ilmu penge tahuan tersebut. Proses long life learning dalam dunia informal yang sifatnya lebih learning based daripada teaching based akan menjadi kunci perkembangan SDM. Web, homepage, Search Engine, CD-ROM merupakan alat bantu yang akan mempercepat distributed knowlegde ini berkembang.

2. Ilmu pengetahuan akan terbentuk secara kolektif dari banyak pemikiran yang sifatnya konsensus bersama. Pemahaman akan sebuah konsep akan dilakukan secara bersama. Guru tidak lagi dapat memaksakan pandangan dan kehendaknya karena mungkin para siswa memiliki pengetahuan yang lebih dari informasi yang mereka peroleh selama ini. Keadaan ini dikenal sebagai generation lap (kebalikan dari generation gap). Proses interaksi elektronik, diskusi melalu berbagai internet, mailing list, newsgroup, IRC, Webchat merupakan kunci proses pembentukan collective wisdom ini. Yang menarik di sini adalah dari sisi kurikulum, tidak akan pernah terjadi kurikulum resmi yang rigid – kurikulum akan selalu berubah beradaptasi dengan berbagai perkembangan sesuai dengan collective wisdom yang diperoleh dari waktu ke waktu.

3. Akreditasi, sertifikasi, pengakuan akan lebih banyak ditentukan oleh masyarakat profesional. Dengan kata lain masyarakat profesional yang akan menjadi penilai (quality control) dari lembaga pendidikan yang ada. Kontrol dilakukan dari kemampuan para alumni, sehingga setiap lembaga pendidikan /dosen/guru secara individual akan dinilai langsung oleh masyarakat profesional. Hal ini merupakan tantangan yang berat bagi konsep-konsep lama di lembaga pendidikan formal, konsep kompetisi perlu dikembangkan bagi dunia pendidikan, jadi UN sebaiknya berfungsi sebagai lembaga untuk melakukan penilaian (rangking) bagi masing-masing lembaga pendidikan.

4. Lembaga pendidikan harus melakukan investasi secara periodik bagi guru, jika ingin tetap memimpin di dunia pendidikan. Kegagalan dalam investasi guru akan berakibat kalah dalam persaingan merebut siswa terbaiknya. Intensif bagi guru untuk mendidik diri sendiri bukan datang dari jalur struktural/jabatan; juga bukan dari jenjang kepangkatan tradisional. Reward yang lebih besar akan lebih banyak diperoleh dari pengakuan yang diberikan langsung oleh masyarakat. Akhirnya semua kembali kepada masyarakat profesional yang akan menilai kualitas sebenarnya seseorang. Setelah mengetahui perubahan yang mendasar dari paradigma ini, apa yang perlu dan bisa kita lakukan sebagai bangsa Indonesia.

5. Terus terang pendapat kami pribadi sebagai orang Indonesia akan sangat sederhana yaitu mari kita manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang semakin terbuka untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan sertifikasi profesional ini untuk kebaikan nasib kita masing-masing. Pendidikan formal bukan lagi satu-satunya media untuk mengembangkan diri, karena ilmu pengetahuan dapat diperoleh dari mana saja. Sertifikasi dan akreditasi pun sebetulnya dapat diperoleh dari mana saja. Bahasa Inggris akan menjadi salah satu aset yang sangat penting untuk dapat mengakses sumber ilmu yang terdistribusi dan menjadi rantai dalam collective wisdom ini. Selain berbahasa Inggris, kemampuan untuk membaca, mencerna dan menulis (menghasilkan) informasi/pengetahuan dengan menggunakan teknologi informasi (internet) akan sangat strategis untuk dapat memperoleh keuntungan dan manfaat yang besar dari keberadaan teknologi informasi.

6. Akan tetapi perlu dihayati bahwa kom petisi akan cukup ketat untuk memperoleh akreditasi dan sertifikasi terbaik. Kerja keras dan kerja sama kemitraan strategis dalam sebuah kelompok akan sangat menentukan keberhasilan kita dalam menentukan keberhasilan kita ke dalam penetrasi pasar. Belajar di kelas saja tanpa mempunyai visi dan kemauan yang kuat untuk bertempur di dunia profesional tidak akan cukup. Bagi dunia pendidikan, skala ekonomi akan dapat dengan mudah dikembangkan dengan bermutu pada teknologi informasi beberapa strategis mendasar yang akan membantu antara lain adalah: Berikan akses internet bagi siswa, penggunaan konsep warung internet yang sifatnya self-finance akan sangat me-nguntungkan bagi investasi dan operasional warung tersebut. Akhirnya siswa dan lembaga pendidikan yang akan diuntungkan. Terus terang, dalam bisnis plan maka modal/investasi sebuah warung internet dengan 5 s.d. 10 komputer di sebuah sekolah dengan sebuah saluran telepon ke internet akan kembali dalam jangka waktu 8-12 bulan saja. Jadi pendekatan warung internet akan menjadi sangat menarik, kunci keberhasilan berdasar pada kemampuan teknik dan manajemen SDM yang menjalankan warung tersebut.

Baca Juga : 

infobiz

Kembali ke atas