Fakto Pada Tumbuhan

Faktor Pada Tumbuhan

Faktor Pada Tumbuhan

Fakto Pada Tumbuhan
Fakto Pada Tumbuhan

A. Asuransi Jiwa

Pada asuransi ini terdapat 3 jenis asuransi, antara lain:

1.       Term assurance (Asuransi Berjangka)

Term assurance adalah bentuk dasar dari asuransi jiwa, yaitu polis yang menyediakan jaminan terhadap risiko meninggal dunia dalam periode

waktu tertentu.

Contoh Asuransi Berjangka (Term Insurance)  :

–          Usia Tertanggung 30 tahun

–          Masa Kontrak 1 tahun

–          Rate Premi (misal) : 5 permill/tahun dari Uang Pertanggungan

–          Uang Pertanggungan : Rp. 100 Juta

–          Premi Tahunan yang harus dibayar : 5/1000 x 100.000.000 = Rp. 500.000

–          Yang ditunjuk sebagai penerima UP : Istri (50%) dan anak  pertama (50%)

Penjelasan   :

Bila tertanggung meninggal dunia dalam masa kontrak, maka perusahaan Asuransi sebagai penanggung akan membayar uang Pertanggungan sebesar 100 juta kepada yang ditunjuk.

2.       Whole Life Assurance (Asuransi Jiwa Seumur Hidup)

Merupakan tipe lain dari asuransi jiwa yang akan membayar sejumlah uang pertanggungan ketika tertanggung meninggal dunia kapan pun. Merupakan polis permanen yang tidak dibatasi tanggal berakhirnya polis seperti pada term assurance. Karena klaim pasti akan terjadi maka premium akan lebih mahal dibanding premi term assurance dimana klaim hanya mungkin terjadi. Polis whole life merupakan polis substantif dan sering digunakan sebagai proteksi dalam pinjaman.

3.       Endowment Assurance (Asuransi Dwiguna)

Pada tipe ini, jumlah uang pertanggungan akan dibayarkan pada tanggal akhir kontrak yang telah ditetapkan.

Contoh Asuransi Dwiguna Berjangka (Kombinasi Term & Endowment)

–          Usia Tertanggung 30 tahun

–          Masa Kontrak 10 tahun

–          Rate Premi (misal) : 85 permill/tahun dari Uang Pertanggungan

–          Uang Pertanggungan : Rp. 100 Juta

–          Premi yang harus dibayar : 85/1000 * 100.000.000 = Rp. 8.500.000,-

–          Yang ditunjuk sebagai penerima UP : Istri (50%) dan anak  pertama (50%)

Penjelasan,

1.      Bila tertanggung meninggal dunia dalam masa kontrak, maka perusahaan Asuransi sebagai penanggung akan membayar uang Pertanggungan sebesar 100 juta kepada yang ditunjuk.

2.      Bila tertanggung hidup sampai akhir kontrak, maka tertanggung akan menerima uang pertanggungan sebesar 100 juta.

B. Asuransi Kesehatan

Menurut arti secara bahasa, asuransi kesehatan adalah sebagai biaya pengobatan. Dengan demikian, asuransi kesehatan adalah asuransi yang menjamin biaya-biaya pengobatan pasien, baik karena sakit ataupun kecelakaan. Sebenarnya terdapat jenis atau tipe lain dalam asuransi kesehatan yang disebut sebagai disability income insurance, namun di sini saya tidak membahasnya.

Latar belakang munculnya jenis asuransi ini adalah kenyataan bahwa setiap hari manusia selalu dihadapkan pada risiko jatuh sakit atau kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit. Sementara biaya berobat ke rumah sakit semakin lama semakin mahal sehingga sulit terjangkau oleh orang-orang dengan penghasilan biasa. Maka kebutuhan akan jenis asuransi yang dapat mengcover risiko kehilangan keuangan (financial loss) akibat tingginya biaya berobat ini menjadi semakin besar pula.

Dewasa ini sebagian besar perusahaan asuransi menawarkan polis medical expenses untuk memberikan penggantian kepada pemegang polis atau peserta asuransi terhadap biaya-biaya pengobatan berupa :

1. Biaya rawat inap dan pembedahan

Merupakan biaya tagihan kamar per hari termasuk makan-minum. Biasanya perusahaan asuransi hanya bersedia menanggung komponen biaya ini sampai batas maksimum hari tertentu. Misalnya jika seorang peserta terdaftar pada Plan 400 maka pasien akan ditanggung biaya kamar maksimum Rp 400.000,00 per hari namun dibatasi sampai periode tertentu misalkan 90 hari. Apabila pasien harus masuk ICU maka perusahaan asuransi bisa menetapkan jumlah hari yang berbeda, biasanya lebih pendek dibanding rawat inap biasa. Lain lagi jika pasien harus melakukan operasi pembedahan di kamar bedah, maka tarif yang dikenakan biasanya juga akan berbeda.

Yang termasuk dalam jenis pengcoveran rawat inap ini adalah biaya anastesi, biaya kunjungan dokter termasuk dokter spesialis, biaya pengobatan sebelum dan sesudah perawatan di rumah sakit, biaya ambulans, biaya perawatan gigi darurat akibat kecelakaan, dan santunan kematian apabila pasien meninggal dunia.

2. Biaya rawat jalan

Yang termasuk dalam komponen biaya ini antara lain adalah biaya konsultasi dengan dokter umum maupun spesialis, biaya pembelian obat jalan, biaya pemeriksaan laboratorium, dan biaya fisioterapi.

3. Biaya rawat gigi

Meliputi antara lain biaya perawatan dasar, perawatan gusi, perawatan kompleks, perawatan perbaikan, dan gigi palsu. Calon nasabah dianjurkan menanyakan terlebih dahulu kepada perusahaan asuransi, apakah terdapat deductible (biaya yang harus ditanggung sendiri) dan berapa plafon maksimum per tahunnya.v

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/