Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Filsafat pendidikan konstruktivisme

Filsafat pendidikan konstruktivisme

             Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri (Von Cilasrfed) pengetahuan bukan tiruan dari realitas, bukan juga gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan merupakan hasil dari konstruksi kognitif melalui kegiatan seseorang dengan membuat struktur, kategori, konsep dan skema yang diperlukan untuk membentuk pengetahuan tersebut.

      Pendekatan konstruktivisme mempunyai beberapa konsep umum seperti :

  1. Pelajaran aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada
  2. Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka
  3. Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.
  4. Unsur terpenting dalam teori ini adalah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahaman yang sudah ada
  5. Ketidak seimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang uatama
  6. Bahan pengajaran yang disediakan perlu perkaitan dengan pengalaman pengajar untuk menarik minat belajar.

              Jika piaget adalah psikolog pertama yang menggunakan filsafat konstruktivisme sedangkan teori pengetahuannnya dikenal dengan teori adaptasi kognitif sama halnya dengan setiap organisme harus beradaptasi secara fisik dengan lingkungan untuk dapat bertahan hidup demikian juga struktur pemikiran manusia. Manusia berhadapan dengan tantangan, pengalaman, gejala baru, dan persoalan yang harus ditanggapinya secara kognitif (mental). Untuk itu manusia harus mengembangkan skema fikiran lebih umum atau rinci atau perlu perubahan, menjawab dan menginterprestasikan pengalaman-pengalaman tersebut.

              Menurut Ausubel, ada 2 macam proses belajar yakini belajar bermakna dan belajar menghapal. Belajar bermakna berarti informasi bari diasiminasikan dalam struktur pengertian lamanya. Belajar menghapal hanya perlu bila pembelajaran mendapatkan fenomena atau informasi yang sama sekali baru dan belum ada hubungannya dengan struktur pengertian lamanya. Dengan cara demikian, pengetahuan pembelajaran selalu diperbaharui dan dikontruksikan terus menerus.

                Berdasarkan teori piaget dan filsafat sainsnya Toulmin yang mengatakan bahwa bagian terpenting dari pemahaman manusia adalah perkembangan konsep secara evolutif, dengan terus manusia berani mengubah. Posnet dkk lantas mengembangkan teori belajar yang dikenal teori perubahan konsep. Tahap pertama dalam perubahan konsep disebut asimilasi, yakni siswa menggunakan siswa yang sudah dimilikinya untuk menghadapi fenomena baru. Namun demikian, sutau ketika siswa dihadapkan fenomena baru tidak bisa dipecahkan dengan pengetahuan lamanya. Maka ia harus membuat perubahan konsep secara radikal inilah yang disebut tahap tugas pendidikan adalah bagaimana dua tahap tersebut bisa terus berlangsung dengan terus memberi tantangan sehingga ada ketidak puasan terhadap konsep yang telah ada.

sumber :
https://bobhenneman.info/seva-mobil-bekas/

infobiz

Kembali ke atas