Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Gejala Hipertermi

Gejala Hipertermi

1) Suhu badan tinggi (>37,5°C)

2) Terasa kehausan.

3) Mulut kering

4) Kedinginan,lemas

5) Anoreksia (tidak selera makan)

6) Nadi cepat.

7) Pernafasan cepat (>60X/menit)

8) Berat badan bayi menurun

9) Turgor kulit kurang

Penanganan Hipertermia Bayi baru lahir

  1. Bila suhu diduga karena paparan panas berlebihan:
  • Bayi dipindah ke ruangan yang sejuk dengan suhu kamar sekitar 26°-28°C
  • Tubuh bayi diseka dengan kain basah sampai suhu tubuh bayi normal (jangan menggunakan air es).
  • Berikan cairan dekstrose : NaCl = 1:4 secara intravena sampai dehidrasi teratasi
  • Antibiotik diberikan bila ada infeksi.
  • Bila bayi pernah diletakan di bawah pemancar panas atau incubator
  • Turunkan suhu alat penghangat, bila bayi di dalam incubator, buka incubator sampai suhu dalam batas normal
  • Lepas sebagian atau seluruh pakaian bayi selama 10 menit kemudian
  • Beri pakaian lagi sesuai dengan alat penghangat yang digunakan
  • Periksa suhu bayi setiap jam sampai tercapai suhu dalam batar normal
  • Periksa suhu incubator atau pemancar panas setiap jam dan sesuaikan pengatur suhu
  1. Manajemen lanjutan suhu lebih 37,5°C

1) Yakin bayi mendapatkan masukan cukup cairan

  1. a)  Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya. Bila bayi tidak dapat menyusui, beri ASI panas dengan salah satu alternative cara pemberian minum
  2. b)  Bila terdapat tanda dehidrasi, tangani dehidrasinya

2) Setelah suhu bayi normal:

  1. a)  Lakukan perawatan lanjutan
  2. b)  Pantau bayi selama 12 jam berikutnya, periksa suhu badannya setiap 3 jam

3)  Bila suhu tetap dalam batas normal dan bayi dapat diberi minum dengan serta tidak ada masalah lain yang memerlukan perawat di rumah sakit, bayi dapat dipulangkan, nasehati ibu cara menghangatkan bayi di rumah dan melindungi dari pancaran panas yang berlebihan

  1. Memastikan bayi mendapat cairan yang adekuat

1) Izinkan bayi mulai menyusu, jika bayi tidak dapat menyusu, berikan perasan ASI dengan menggunakan metode pemberian makanan alternative

2) Jika terdapat tanda-tanda dehidrasi (mata atau fontanel cekung, kehilangan elastisitas kulit, atau lidah atau membran mukosa kering)

  1. a)  Pasang slang IV dan berikan cairan IV dengan volume rumatan sesuai dengan usia bayi
  2. b)  Tingkatkan volume cairan sebanyak 10% berat badan bayi pada hari pertama dehidrasi terlihat
  3. Ukur glukosa darah, jika glukosa darah kurang dari 45 mg/dl (2,6 mmol/l), atasi glukosa  darah yang rendah.
  1. Tetanus Neonaturum
  2. Pengertian Tetanus Neonaturum

             Kata tetanus berasal dari bahasa Yunani tetanus  yang berarti kencang atau tegang.Tetanus merupakan suatu infeksi akut yang ditandai kondisi spastik paralisis yang disebabkanoleh neurotoksin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani. Tetanus berdasarkan gejalaklinisnya dapat dibagi menjadi 3 bentuk, yaitu tetanus generalisasi (umum), tetanus local dantetanus sefalik. Bentuk tetanus yang paling sering terjadi adalah tetanus generalisasi dan jugamerupakan bentuk tetanus yang paling berbahaya Neonatal (berasal dari neos  yang berarti baru dan natus yang berarti lahir)merupakan suatu istilah kedokteran yang digunakan untuk menggambarkan masa sejak bayilahir hingga usia 28 hari kehidupan.Tetanus neonatorum merupakan suatu bentuk tetanus generalisasi yang terjadi padamasa neonatal.

                 Tetanus Neonaturum adalah penyakit yang diderita oleh bayi baru lahir (neonatus). Tetanus neonatorum penyebab kejang yang sering dijumpai pada BBL yang bukan karena trauma kelahiran atau asfiksia, tetapi disebabkan infeksi selama masa neonatal, yang antara lain terjadi akibat pemotongan tali pusat atau perawatan tidak aseptic (Ilmu Kesehatan Anak, 1985)

                 Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus yang disebabkan oleh clostridium tetani yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) yang menyerang sistem saraf pusat. (Abdul Bari Saifuddin, 2000)

                 Tetanus Neonatorum (TN) adalah infeksi akut yang disebabkan oleh kuman Clostridium Tetani  memasuki tubuh bayi baru lahir melalui tali pusat yang kurang terawat dan terjadi pada bayi sejak lahir sampai umur 28 hari, kriteria kasus TN berupa sulit menghisap ASI, disertai kejang rangsangan, dapat terjadi sejak umur 3-28 hari tanpa pemeriksaan laboratorium. (Sudarjat S, 1995).

                 Tetanus neonatorum merupakan suatu penyakit akut yang dapat dicegah namun dapat berakibat fatal, yang disebabkan oleh produksi eksotoksin dari kuman Clostridium tetani gram positif, dimana kuman ini mengeluarkan toksin yang dapat menyerang sistem syaraf pusat.

Baca juga:

infobiz

Kembali ke atas