GURU HONORER GERUDUK DISDGURU HONORER GERUDUK DISDIK KOTA BOGORIK KOTA BOGOR

GURU HONORER GERUDUK DISDIK KOTA BOGOR

GURU HONORER GERUDUK DISDIK KOTA BOGOR

GURU HONORER GERUDUK DISDGURU HONORER GERUDUK DISDIK KOTA BOGORIK KOTA BOGOR
GURU HONORER GERUDUK DISDIK KOTA BOGOR

Pengurus PG­RI Kota Bogor bersama perwakilan guru honorer dan tenaga adminis­trasi

kependidikan kategori dua (K-2) Kota Bogor menggeruduk Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) di Jalan Pajajaran 125, Kelurahan Bantar­jati, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (19/9).

Kedatangan pengurus PGRI Kota Bogor yang dipimpin Basuki bersama rombongan Forum Komunikasi Ho­norer Kategori 2 (FKHK2) Kota Bogor yang dipimpin Ade Ismail itu diterima Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Fahrudin, di ruang rapat. Kedatangan mereka menolak cara re­krukmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.

Selain itu, tenaga honorer juga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mem­buat surat

penolakan pere­krutan CPNS jalur umum yang ditujukan kepada Pre­siden Joko Widodo. ”Untuk menghin­dari prokontra sesama honorer yang terakomodasi atau serta merta akan menimbulkan kecemburuan sosial antar pelamar umum dan hono­rer, maka kami perlu mem­pertimbangkan atas se­gala hal yang tidak diing­inkan melalui surat peno­lakan ini,” ujar Basuki.

Menurut dia, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Refor­masi Birokrasi

(Permen PAN-RB) No­mor 36 Tahun 2018 sama sekali tidak memenuhi rasa keadilan dan tidak mengakomodir 489 tenaga honorer kategori 2 yang dibatasi usia paling tinggi 35 tahun pada 1 Agustus 2018. ”Jadi intinya, tujuan dari 199 guru dan 290 operator, penjaga sekolah itu bisa tercapai yaitu penuntasan honorer Kate­gori 2 Kota Bogor diangkat men­jadi CPNS,” pa­parnya.

Menanggapi tersebut, Fahrudin men­dukung aksi honorer K2 Kota Bogor. Tapi, ia berpesan jika aksi yang nanti dilakukan harus secara elegan dan cerdas.

 

Baca Juga :