Hegemoni Adalah

Hegemoni Adalah

Hegemoni Adalah

Hegemoni Adalah
Hegemoni Adalah

 

Secara perlahan namun pasti, umat manusia menjalin hubungan

Mesra satu sama lain melalui perantaraan kecanggihan teknologi komunikasi. Sementara politik dan ekonomi secara kasat mata biasanya senantiasa mempertahankan berbagai ’jurang pertentangan’ di antara manusia. Inilah salah satu bentuk dari keajaiban peradaban kontemporer, dimana manusia dapat saling berbagi cerita dari ujung bumi yang satu ke ujung bumi lainnya dalam suatu hitungan sepersekian detik.

Globalisasi menuntut pengintegrasian

Seluruh aspek kehidupan manusia di dunia, baik di bidang ekonomi, politik, social dan budaya. Globalisasi sejatinya adalah anak kandung dari kapitalisme. Kapitalisme yang awalnya hanya dilakukan dalam suatu negara kemudian merambah ke dunia lain dan demi memasarkan produk-produk mereka dan mencari keuntungan demi mengakumulasikan modal. Bila pada masa kolonialisme, kapitalisme melakukan koloni untuk mencari bahan mentah dan perluasan pasar namun masa pascakolonial kapitalisme “membonceng” kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Era globalisasi mendorong adanya pasar bebas

Yang membuat modal begitu mudah keluar atau masuk dalam suatu negara. Menghindari pasar bebas akan membuat suatu negara terisolasi dari pergaulan internasional. Selain itu, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah menjadikan batas-batas negara menjadi samar. Dan pada akhirnya menjadi alasan kuat untuk memberikan perhatian pada masalah identitas budaya nasional. Karena dengan adanya adopsi proses suatu bentuk teknologi komunikasi dan informasi tersebut, memberikan berbagai bentuk implikasi tertentu dalam pola hubungan ekonomi, politik, sosial, dan budaya, baik di dalam masyarakat itu sendiri sebagai akibat masuknya rasionalitas teknologis modern ke dalam  sistem berpikir masyarakat yang tradisional, maupun pada saat berinteraksi antarnegara (akibat masuknya negara ke dalam perangkap ketergantungan terhadap negara lain; khususnya ketergantungan teknologis).

Hegemoni

Istilah hegemoni berasal dari istilah yunani, hegeisthai (“to lead”) yaitu bermaksud untuk menguasai. Konsep hegemoni banyak digunakan oleh ahli sosiologi untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha untuk mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa. Penguasa disini memiliki arti yang luas, tidak hanya terbatas pada penguasa negara (pemerintah).

Hegemoni dapat didefinisikan sebagai dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga idea-idea yang ditekankan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi diterima sebagai sesuatu yang wajar (common sense).

Hegemoni diterima sebagai sesuatu yang wajar, sehingga ideologi kelompok dominan dapat menyebar dan dipraktikkan .Nilai-nilai dan ideologi hegemoni ini diperjuangkan dan dipertahankan oleh pihak dominan sedemikian sehingga pihak yang didominasi tetap diam dan taat terhadap kepemimpinan kelompok penguasa.Dalam hegemoni, kelompok yang mendominasi berhasil mempengaruhi kelompok yang didominasi untuk menerima nilai-nilai moral, politik, dan budaya dari kelompok dominan (the ruling party, kelompok yang berkuasa).

Hegemoni dapat dilihat sebagai strategi untuk mempertahankan kekuasaan :“…the practices of a capitalist class or its representatives to gain state power and maintain it later.” (Simon, 1982: 23).

Kesimpulannya, jika dilihat sebagai strategi, maka konsep hegemoni bukanlah strategi eksklusif milik penguasa.Maksudnya, kelompok manapun boleh menerapkan konsep hegemoni dan menjadi penguasa.Sebagai contoh hegemoni, adalah kekuasaan dolar amerika terhadap ekonomi global kerana kebanyakan pemindahan antara bangsa dilakukan menggunakan nilai dolar Amerika.

Teori Hegemoni  Menurut Gramscy

Jika dikaitkan pada masa kini, pengertian hegemoni menunjukkan sebuah kepemimpinan dari suatu negara tertentu yang bukan hanya sebuah negara kota terhadap negara-negara lain yang berhubungan secara longgar maupun secara ketat terintegrasi dalam negara “pemimpin”. Dalam politik internasional dapat dilihat ketika adanya perang pengaruh pada perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Sovyet yang biasanya disebut sebagai perang untuk menjadi kekuatan hegemonik dunia.

Adapun teori hegemoni yang dicetuskan Gramsci adalah: “Sebuah pandangan hidup dan cara berpikir yang dominan, yang di dalamnya sebuah konsep tentang kenyataan disebarluaskan dalam masyarakat baik secara institusional maupun perorangan; (ideologi) mendiktekan seluruh cita rasa, kebiasaan moral, prinsip-prinsip religius dan politik, serta seluruh hubungan-hubungan sosial, khususnya dalam makna intelektual dan moral.”

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/