Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Jalur Prestasi PPDB Banten Ditambah Jadi 15%

Jalur Prestasi PPDB Banten Ditambah Jadi 15%

Jalur Prestasi PPDB Banten Ditambah Jadi 15%
Jalur Prestasi PPDB Banten Ditambah Jadi 15%

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayah Provinsi Banten dengan menggunakan jalur zonasi sempat menemukan persoalan. Sebagian besar siswa tidak tertampung karena kuota terbatas dan fasilitas terbatas serta terbatasnya rombongan belajar.

Karena kurang optimalnya hasil jalur zonasi tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim

melakukan konsultasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) agar jalur prestasi bisa ditambah kuotanya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB, kuota untuk jalur zonasi sebesar 90 persen. Sementara sisanya untuk jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua/wali masing-masing 5 persen.

“Namun, ketika dilihat hasilnya, masih banyak siswa yang tidak tertampung dan banyak masyarakat yang menyampaikan protes karena anak-anak mereka yang memiliki prestasi tidak bisa daftar di sekolah favorit atau sekolah yang kualitasnya bagus,” ujar Kepala Bidang Aplikasi, Informatika dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Amal Herawan, kepada SP, Kamis (4/7/2019).

Amal menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Gubernur Wahidin Halim merespons aspirasi masyarakat dengan berkonsultasi ke Kemdikbud untuk menambah kuota jalur prestasi.

Kemdikbud merespons konsultasi tersebut dengan mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud

Nomor 3 Tahun 2019 tentang PPDB yang intinya sebagai evaluasi terhadap Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018. Dalam SE Mendikbud tersebut diatur bahwa kuota jalur zonasi yang sebelumnya 90 persen diturunkan menjadi 80 persen. Sedangkan jalur prestasi yang sebelumnya hanya 5 persen dinaikkan menjadi 15 persen. Sementara jalur perpindahan orang tua/wali tetap 5 persen.

“Kemdikbud merespons dengan baik konsultasi dari Pemprov Banten sehingga kuota jalur prestasi ditambah. Konsultasi dilakukan karena terkait pendistribusian dana bantuan operasional sekolah (BOS). Jadi pemerintah daerah tidak bisa mengambil kebijakan sendiri tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke Kemdikbud,” ujarnya.

Amal menjelaskan, banyak orang tua siswa yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah

negeri, karena terkait biaya dan juga kualitas.

“Untuk SMK Negeri dan SMA Negeri di Banten, ada kebijakan sekolah gratis. Tentu, masyarakat menginginkan anaknya sekolah di sekolah negeri. Orang tua yang anaknya berprestasi tentu ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri favorit. Kalau dibatasi dengan sistem jalur zonasi 90 persen dan prestasi 5 persen serta perpindahan orang tua/wali 5 persen, maka kesempatan anak berprestasi jadi kecil,” ujarnya.

 

Baca Juga :

infobiz

Kembali ke atas