Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Jembatan Digital Petani

Jembatan Digital Petani

Jembatan Digital Petani
Jembatan Digital Petani

CUACA kerap dituding penyebab mahalnya berbagai komoditas pertanian. Peningkatan harga cabai yang menembus Rp150 ribu per kilo dianggap sebagai konsekuensi itu. Anehnya ketika harga cabai di pasaran mahal, di Kecipir.com komoditas itu justru dijual di kisaran Rp19.750 per 250 gram atau sekitar Rp79 ribu per kilo.

Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa situs dan aplikasi daring pasar sayuran lokal itu bisa mempertahankan harga yang murah? Tantyo Bangun pendiri Kecipir menjelaskan pada prinsipnya mereka melakukan pemangkasan rantai perdagangan dari petani langsung ke agen atau konsumen tanpa peran tengkulak yang dapat memainkan harga pasar.

Selama ini hasil petani melalui lima mata rantai distributor. Mulai pengepul, tengkulak, pasar induk, pasar, hingga pedagang eceran. Panjangnya mata rantai itu yang membuat harga sayur meningkat. Melalui daring, rantai distribusi itu dipotong menjadi produsen-Kecipir-konsumen. “Kami membantu petani dengan menerapkan harga kesepakatan tiap 6 bulan, jadi selama 6 bulan itu harga tetap dan petani mendapat harga yang layak,” ujarnya. Perlu diingat kendati harga cabai di pasar mahal, harga yang tinggi itu biasanya tidak dinikmati petani.

Menariknya, Kecipir yang dirintis sejak 2014 dan mulai beroperasi setahun setelahnya hanya

menjual sayuran organik alias yang bebas pestisida dan pupuk organik. Nyatanya, sayuran organik yang sering dinilai sebagai sumber pangan yang mahal karena harus dibeli di swalayan, bisa dipasarkan dengan harga jauh lebih murah di Kecipir.com.

Kala membuka situs atau aplikasinya, pengguna dapat memilih agen yang paling dekat

dengan tempat tinggal dan akan langsung ditampilkan jadwal pengiriman. Demi mempertahankan kesegaran dan pasokan, pengiriman sayuran hanya seminggu dua kali.

Dapat pula langsung dilihat jumlah ketersediaan sayurannya. Setiap pekan daftar sayurannya berbeda tergantung kesediaan sayuran.

Di sisi lain, ada keterangan soal tingkatan keorganikan sayuran yang dijual. Mulai A+ untuk

sayuran yang ditanam di lahan organik alami seperti pinggir hutan atau hasil hutan bukan kayu yang belum tersentuh pupuk dan pestisida kimia, tingkat A untuk sayuran organik yang sudah tesertifikasi baik berbasis komunitas maupun lembaga resmi, tingkat B untuk sayuran organik yang belum tesertifikasi tapi belum ada jaminan resmi keorganikannya tapi diperiksa secara berkala oleh Kecipir, hingga tingkat C untuk sayuran sehat yang ditanam petani konvensional yang masih belajar organik tanpa pestisida tapi belum sanggup melepas penggunaan pupuk kimianya.

 

Baca Juga :

infobiz

Kembali ke atas