Jenis Sumber Daya Alam dan Persebarannya

Jenis Sumber Daya Alam dan Persebarannya

Jenis Sumber Daya Alam dan Persebarannya

Jenis Sumber Daya Alam dan Persebarannya
Jenis Sumber Daya Alam dan Persebarannya

 

Banyaknya sumber daya alam yang terdapat di mana saja, seperti di dalam tanah, permukaan Bumi, air, udara, dan sebagainya mendorong adanya klasifikasi sumber daya alam berdasarkan jenis-jenisnya.

  1. Menurut sifatnya, sumber daya alam dibagi menjadi tiga golongansebagai berikut.

1) Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable).

Jumlah sumber daya alam cukup banyak dan bermacam- macam jenisnya. Namun sebelum dimanfaatkan, harus digali dan diolah terlebih dahulu. Pengambilan barang tambang secara umum disebut pertambangan. Sebelum melakukan penambangan dilakukan eksplorasi, yaitu usaha penelitian dan penyelidikan terhadap adanya barang-barang tambang Setelah pasti, baru dilakukan penambangan. Mengingat sumber daya alam ini dapat habis, maka penggunaannya harus tepat dan hemat, tidak berlebih-lebihan. Apabila habis, harus dicari lagi lokasi lain yang mengandung barang tambang. Sumber daya alam yang tidak dapat di perbarui dia antaranya; emas, perak, tembaga, batu bara, BBM, dan lain sebagainya.

2) Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable).

Sumber daya alam yang dapat diperbarui merupakan sumber daya yang dapat dikembangbiakkan bahkan dapat dibudidayakan sesuai kebutuhan, misalnya sayuran merupakan salah satu contoh tanaman yang dapat disebut juga sumberdaya alam biotik. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

Seperti halnya sayuran, yang dapat dikembangbiakkan bahkan dibudidayakan sesuai kebutuhan, tanaman dalam pengertian yang lebih luas merupakan salah satu contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui. Sumber daya alam seperti ini dapat juga disebut sebagai sumber daya alam biotik.

Berbagai bentuk pemanfaatan lahan dilakukan manusia untuk mengembangbiakan tanaman, misalnya dengan pertanian, perkebunan, hingga budi daya hutan. Hewan pun juga dapat dikembangbiakkan. Beberapa kebutuhan manusia dapat dipenuhi dari hewan. Satu hal yang harus kita tanamkan dalam diri kita, meskipun sumber daya jenis ini tidak dapat habis, kita perlu  menjaganya agar tidak terjadi kepunahan dan ganggua ekosistem yang akhirnya akan merugikan kita juga.

3) Sumber daya alam yang selalu tersedia.

Sumber daya alam yang selalu tersedia merupakan faktor penting untuk kelangsungan hidup organisme, yakni seperti udara,  bisa dikatakan tidak ada kehidupan tanpa udara. Udara yang bergerak atau angin dapat digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya mendukung proses penyerbukan bunga sehingga menjadi buah, untuk pem bangkit tenaga listrik, sebagai penghantar gelombang udara yang diperlukan telekomunikasi dengan menggunakan satelit. Begitu juga dengan udara, sinar matahari merupakan sumber energi terpenting bagi kehidupan. Tanpa matahari tidak akan ada makhluk hidup di dunia ini. Matahari sangat berpengaruh terhadap iklim (cuaca), tumbuhan, dan hewan. Sinar matahari juga dapat diubah menjadi tenaga listrik dengan menggunakan sel matahari atau pembangkit listrik tenaga surya. Bagaimana kita mendapatkan sumber daya alam seperti udara dan sinar matahari? Nyaris tanpa pengorbanan bukan, bahkan selalu ada. Inilah yang disebut sumber daya alam yang selalu tersedia.

  1. Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi menjadi dua, yaitu:

1) Sumber daya alam hayati/biotik.

Selain benda-benda yang dapat dimanfaatkan dalam pemenuhan kebutuhan hidup, makhluk hidup itu sendiri juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Tumbuhan misalnya, dibutuhkan manusia untuk menunjang hidupnya. Inilah yang disebut sumber daya alam hayati/biotik. Contoh lainnya yaitu hewan dan mikroorganisme.

2) Sumber daya alam nonhayati/abiotik.

Berkebalikan dengan sumber daya alam hayati, sumber daya alam nonhayati diperoleh dari benda mati seperti bahan tambang, batuan, tanah, air, dan masih banyak lagi.

  1. Menurut kegunaan atau penggunaannya, sumber daya alam dikelompokkan menjadi dua

    , yaitu:

1) Sumber daya alam penghasil bahan baku.

Bahan baku adalah benda yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain yang nilai gunanya lebih tinggi. Sebut saja hasil hutan yang diolah untuk menghasilkan berbagai jenis barang. Nah, coba sebutkan sumber daya alam yang tergolong jenis ini.

2) Sumber daya alam penghasil energi.

Sumber daya alam ini merupakan penghasil energi yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Salah satunya sinar matahari. Matahari memancarkan energi yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Begitu juga dengan arus air sungai yang menghasilkan energi, misalnya sebagai penggerak turbin pembangkit listrik.

  1. Persebaran Sumber Daya Alam di Indonesia

Di alam ini masih terdapat berbagai jenis sumber daya alam, ada yang terdapat di daratan, perairan, ada yang berupa makhluk hidup maupun benda mati. Oleh karena begitu banyaknya sumber daya alam, membuat ada beberapa penggolongan. Seperti penggolongan berdasarkan proses terbentuknya. Ada sumber daya yang terbentuk karena proses fisik alam, seperti bahan tambang dan galian. Ada pula yang merupakan perpaduan antara sumber daya fisik dan sumber daya biotik, yang membentuk lingkungan tertentu, seperti panorama pegunungan, lembah, pantai bahkan panorama di bawah permukaan laut yang saat ini menjadi salah satu aset wisata di Indonesia. Melihat kondisi semacam ini, kamu pasti telah menyimpulkan bahwa sumber daya alam tersebar di mana-mana. Ada pula daerah yang mempunyai sumber daya alam yang belum tentu dijumpai di tempat lain.

Persebaran sumber daya alam di Indonesia;

  1. Sumber Daya Alam di Wilayah Perairan

Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai perairan yang sangat luas. Di dalam laut yang luas itu, terkandung sumber daya alam  yang  tidak  ternilai  harganya.  Bayangkan,  berbagai  macam jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis ada di dalamnya. Laut pun  bisa  digunakan  sebagai  tempat  budi  daya  rumput  laut  dan kerang mutiara. Air laut bisa diubah menjadi garam. Jauh di dasar laut terdapat berbagai macam tambang. Bahkan fenomena dalam laut merupakan aset pariwisata yang potensial. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut;

1) Perikanan

Kegiatan perikanan tidak dapat dipisahkan dengan sumber daya air. Tanpa air, tidak ada ikan yang dapat ditangkap maupun dipelihara. Maka betapa beruntungnya negara yang mempunyai perairan yang sangat luas. Salah satu negara beruntung tersebut adalah negara kita. Sekitar 75% luas wilayahnya adalah lautan. Kita  dapat peroleh melalui kekayaan ini,  paling utama adalah sumber daya ikan. Menurutdata dari Departemen Kelautan dan Perikanan, potensi perikanan luat Indonesia terdiri atas perikanan pelagis dan demersal yang tersebar hampir di semua bagian laut Indonesia. Seperti di perairan teritorial, laut Nusantara, dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Luas perairan laut Indonesia diperkirakan 5,8 juta km2, memiliki potensi yang diperkirakan sebanyak 6,26 juta ton per tahun yang dapat dikelola. Dari jumlah tersebut sebanyak 4,4 juta ton dapat ditangkap. Lihat saja nelayan yang tanpa memelihara bisa memanen ikan di laut. Bentuk usaha seperti ini disebut perikanan tangkap. Mungkin kamu sempat heran mengapa dengan begitu banyak kekayaan di laut yang dapat ditangkap,

Suatu kawasan perairan laut akan mempunyai daya tarik bagi ikan, asalkan memenuhi beberapa syarat. Syarat – syarat tersebut antara lain adalah suhu. Air yang terlampau hangat tidak dapat ditumbuhi plankton yang menjadi makanan banyak ikan. Namun, air laut yang terlampau dingin pun tidak disukai. Tempat hidup ikan yang paling sesuai adalah perairan tempat  pertemuan  arus  hangat  dan  arus  dingin.  Pertemuan arus hangat dan arus dingin ini disebut upwelling. Mengapa  pada  daerah  upwelling  banyak  terdapat  ikan? Tingginya  konsentrasi  unsur  hara,  terutama  nitrat  dan  fosfat di  lokasi  tersebut.  Disertai  dengan  adanya  laju  fotosintesis dan  energi  matahari  menjadikan  daerah upwelling  sangat subur serta menjadi media tumbuh fitoplankton yang sangat disukai ikan.

Dari peta di atas, kamu dapat melihat bahwa upwelling terjadi di Laut Banda, Selat Makassar, Laut Halmahera, Laut Maluku, Laut Arafura, selatan Jawa, serta akhir-akhir ini sampai pada utara Papua.

Selain upwelling, kedalaman laut juga menentukan tempat berkumpulnya ikan. Ikan cenderung berada di paparan benua, yaitu di perairan dangkal. Oleh karena itu, daerah ini merupakan lahan penangkapan yang bagus. Ketepatan lokasi menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan usaha budi daya laut. Satu hal yang perlu dipertimbangkan bahwa penggunaan laut sebagai budi daya melibatkan berbagai sektor seperti perhubungan, pariwisata, dan lain-lain. Sehingga penetapan lokasi budi daya yang pas tidak hanya memerhatikan kelayakan teknis budi daya, tetapi juga kebijaksanaan pemanfaatannya dalam kaitan dengan lintas sektor. Selain itu, perlu diingat bahwa tidak semua ikan di laut dapat dikembangkan dalam usaha budi daya. Di Indonesia, jenis ikan yang dapat dibudidayakan dipilih berdasarkan potensi yang telah dikenal secara umum oleh masyarakat serta teknologi pengelolaannya pun telah dikuasai.

Beberapa ikan yang telah dibudidayakan di Indonesia yaitu jenis kerapu lumpur (Epinephalus tauvina), kakap putih ( Lates calcalifer, Bloch ), dan kakap merah ( Lutjanus malabaricus, Bloch, dan Schaider ). Semua pertimbangan tersebut diterapkan untuk menghindari risiko kegagalan. Adapun pertimbangan kesesuaian lokasi secara fisik bertujuan menghindari kemungkinan penurunan daya dukung lingkungan, berikut ini beberapa persyaratan kesesuaian lokasi beberapa komoditas ikan yang bisa dibudidayakan. Jika kamu tinggal di wilayah pesisir, cobalah kumpulkan data dan cari tahu apakah perairan tersebut dapat dikembangkan sebagai lokasi budi daya. Di beberapa wilayah di Indonesia budi daya perairan laut telah dilakukan. Kuantitas budi daya ini berbeda antarwilayah. Ada wilayah mempunyai tingkat produksi yang tinggi.

2) Kekayaan Pesisir

Selain kekayaan perikanan, Indonesia juga mempunyai kekayaan-kekayaan yang berada di wilayah pesisir. Kawasan pesisir meliputi kawasan daratan dan wilayah perairan. Kawasan darat mencakup kawasan yang masih dipengaruhi oleh proses-proses yang terjadi di laut. Meliputi bagian lahan yang kering serta lahan yang terendam oleh air laut pada waktu pasang surut dan juga dipengaruhi oleh gelombang. Wilayah ini sering ditandai dengan adanya intrusi air laut. Wilayah pesisir juga terdiri atas wilayah perairan sejauh 4 sampai dengan 12 mil dari garis pantai dan masih dipengaruhi oleh hasil proses yang terjadi di daratan seperti pengendapan hasil erosi di darat, pembuangan air limbah, serta aliran sungai. Setelah mengetahui deskripsi kondisi pesisir setidaknya kamu bisa membayangkan apa saja potensi yang dimiliki kawasan ini.

  1. a) Terumbu Karang

Terumbu karang, kamu pasti sudah mengenal kekayaan laut yang satu ini. Potensinya besar, namun sering kita mengabaikan keberadaannya yang dekat dengan permukiman penduduk. Terumbu karang banyak terdapat di pinggir pantai, hanya di kedalaman sampai dengan 40 m. Namun, kita hampir tidak pernah menyadari dari kedalamannya yang dangkal tersebut, terumbu karang justru mudah rusak oleh aktivitas yang telah dilakukan manusia. Keberadaannya dipengaruhi oleh kejernihan air. Sehingga ketika kita melakukan aktivitas yang menghasilkan endapan, akhirnya berakibat terhadap keberadaan terumbu karang. Seperti kasus yang terjadi di Kepulauan Seribu, karena terlalu banyaknya endapan yang harus ditampung oleh Teluk Jakarta, kini membuat terumbu karang pada kedalaman 15 meter habis.

Jika kerusakan terumbu karang terjadi secara terus-menerus, akibatnya berbagai biota yang hidup di dalamnya akan musnah. Seperti bunga karang, penyu, udang barong, kima, teripang, rumput laut serta ikan terumbu karang lainnya. Dari keanekaragaman hayati itulah terumbu karang berpotensi sebagai sumber makanan, perikanan, obat-obatan, wisata, komoditas ekspor, pelindung pantai dari gempuran ombak, hingga sebagai laboratorium alam untuk penelitian dan pendidikan. Kamu patut berbangga dengan kekayaan alam Indonesia ini, namun kebanggaanmu akan sia-sia jika kamu tidak bisa menjaga kelestariannya. Perlu kamu ingat bahwa tidak semua perairan memiliki kekayaan ini, karena alasan ini pula kamu patut menjaganya. Lalu, di perairan yang bagaimanakah banyak ditemukan terumbu karang? Terumbu karang merupakan kekayaan khas wilayah perairan tropik pada posisi 30° LU sampai 30° LS. Keberadaannya terdapat di perairan dangkal, hangat, dan umumnya dekat pantai. Tidak hanya itu, untuk dapat berkembang, terumbu karang memerlukan perairan yang jernih dengan temperatur 15–30°C. Terumbu karang juga memerlukan penetrasi cahaya yang cukup dan kedalaman yang sesuai, yaitu antara 1–30 meter dengan gelombang yang tidak terlalu besar dan perbedaan pasang surut tidak terlalu besar pula. Nah, beberapa perairan di Indonesia memenuhi persyaratan ini, seperti di Kepulauan Seribu yang telah mengalami kerusakan yang cukup parah. Terdapat juga di kawasan Taman Wisata Sangalaki, kawasan terumbu karang dan atol Pulau Maratua, Pulau Derawan, Pulau Panjang di Kalimantan, dan masih banyak lagi.

  1. b) Mangrove dan Padang Lamun

Keunikan yang sekaligus menjadi kekayaan lain yang terdapat di pesisir yaitu mangrove dan padang lamun. Keberadaan hutan mangrove secara alami dipengaruhi oleh pasang surut. Di bab tentang biosfer, kamu telah mempelajari bagaimana karakteristik hutan mangrove. Sumber daya alam ini mempunyai manfaat ganda, secara ekonomis dan ekologis. Secara ekologis, keberadaan mangrove menjadi habitat berbagai jenis fauna, pengendali intrusi air laut, pembangun lahan melalui proses sedimentasi, memelihara kualitas laut, penyerap COdan penghasil O2  yang relatif lebih tinggi dibanding hutan lain, serta pengontrol penyakit malaria. Ketika ada abrasi mangrove pun menjadi pelindung. Luas mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia Tenggara, atau sekitar 27% dari luas mangrove dunia. Sebaran mangrove di Indonesia terutama di wilayah pesisir Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Satu lagi sumber daya alam laut yang bermanfaat dan berkaitan erat dengan terumbu karang dan mangrove. Di Indonesia, padang lamun ditemukan dekat dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang, sehingga interaksi ketiganya sangat erat.

Padang lamun ( seagrass beds ) merupakan salah satu ekosistem yang terletak di perairan dangkal, dengan ekosistem berupa tumbuhan berbiji tunggal (monokotil) dari kelas angiospermae. Satu yang unik dari tumbuhan lamun, yaitu adanya perakaran dengan sistem rhizoma yang ekstensif. Persebaran padang lamun mencakup batas terendah pasang surut sampai kedalaman tertentu di mana matahari masih dapat menembusnya. Jika padang lamun dianggap sebagai suatu sumber daya, pasti mempunyai manfaat bagi kehidupan. Melihat dari ekosistem yang ada, padang lamun menjadi sumber makanan langsung bagi hewan laut bahkan menjadi habitat bagi beberapa jenis hewan laut. Selain itu padang lamun berfungsi memerangkap sedimen, menstabilkan substrat dasar, dan menjernihkan air.

3) Pariwisata

Selain sumber daya perikanan, laut masih menyimpan suatu kekayaan antara lain kekayaan panorama yang indah yaitu pantai. Pantai jenis ini justru dikembangkan untuk pariwisata. Pantai dapat digolongkan sebagai objek wisata alam, yaitu objek yang bersifat alamiah dan berkaitan dengan sifat-sifat alam dan lingkungan hidup. Misalnya pemandangan bawah laut. Jenis wisata seperti ini dikenal dengan wisata bahari. Wisata ini dapat dikembangkan di daerah yang memiliki terumbu karang, karena mempunyai pemandangan dasar laut yang indah. Selain persyaratan karakteristik perairan, kelayakan suatu kawasan terumbu karang menjadi kawasan wisata bahari hanya ditentukan oleh ada tidaknya sarana dan prasarana yang menunjang ke arah pengembangan wisata bahari, seperti kemudahan mencapai kawasan tersebut, ada sarana penginapan/hotel yang memadai, restoran, dan tentunya didukung oleh masyarakat sekitar.

4) Pertambangan dan Energi

Beberapa sumber daya alam seperti minyak, mineral, dan logam berada di bawah laut. Selain itu, di laut masih banyak kekayaan yang bisa dimanfaatkan. Air laut mengandung sekurang-kurangnya delapan puluh unsur, antara lain uranium, mangan, karbon, dan belerang. Unsur yang paling dominan adalah klorin dan natrium. Beberapa negara telah memanfaatkannya seperti mendirikan pabrik ekstraksi uranium dan penambangan bintil mangan. Bukan hanya unsur-unsur mineral yang bisa dimanfaatkan, bahkan air laut pun dapat juga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga gelombang (PLTG). Tidak itu saja, air laut yang asin pun dapat dibuat menjadi tawar di pabrik penawaran air.

Endapan minyak dan gas alam di Indonesia terdapat pada cekungan-cekungan sedimen tersier yang banyak mengandung senyawa hidrokarbon, yaitu senyawa yang mengandung banyak minyak dan gas bumi. Cekungan sedimen tersier tersebut terbagi atas beberapa sub-sub cekungan dan blok-blok, baik di daratan maupun lepas pantai. Secara garis besar, cekungan sedimen tersier di Indonesia dibagi menjadi dua wilayah, yaitu cekungan sedimen tersier wilayah barat dan timur. Kedua cekungan tersebut dibatasi oleh garis isobat 200 meter, memanjang dari utara ke selatan di sebelah timur garis bujur 115° 30′, yaitu mulai lepas pantai timur Kalimantan Timur (Selat Makassar) ke arah selatan melintasi Selat Lombok. Isobat adalah garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat dengan kedalaman yang sama.

Persebaran tambang di Indonesia.

Melalui peta tersebut, kamu dapat melihat persebaran lokasi penambangan minyak bumi dan gas alam. Persebaran minyak bumi antara lain ada di Sumatra Utara, Dumai (Riau), sampai perairan di wilayah Papua (Laut Arafura). Jika kamu cermati peta tersebut, tidak semua perairan laut ditambang kekayaan minyak bumi dan gas alamnya. Hal ini terjadi karena dua hal, pertama mungkin karena pada perairan tertentu di Indonesia tidak terdapat kekayaan minyak bumi maupun gas alam. Atau bisa saja kekayaan tersebut belum dikembangkan karena kekurangan modal maupun sumber daya manusia yang andal.

Minyak bumi maupun gas alam banyak terdapat pada pelapisan batuan yang saling silang dengan jenis batuan yang berbeda, seperti ditandai adanya lipatan maupun patahan.

Pola persebaran lokasi jebakan minyak dapat kamu lihat pada gambar di dibawah ini.

Pola persebaran minyak bumi dan gas

 

Gambar di diatas memperlihatkan beberapa pola persebaran minyak bumi yang terdapat dalam lapisan batuan. Batu lumpur atau batuan lunak dapat menyimpan minyak bumi dan gas alam yang cukup banyak, tetapi batu jenis ini tidak cukup berpori untuk mengumpulkan bahan bakar dalam genangan yang cukup besar untuk penampungan. Batuan seperti gamping dan batu pasir memiliki pori-pori yang besar. Apabila mencapai ”batuan penampung” ini, akan lebih mudah mengambilnya. Gas alam lebih ringan daripada minyak, sehingga gas alam mampu merembes ke batuan di atasnya, apabila batuan di atasnya bersifat lunak. Tambang gas alam terbesar di Indonesia terletak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, di Kota Lhokseumawe yang dikelola oleh PT Arun NGL Company. Para ahli perminyakan sering menggunakan citra penginderaan jauh dan peta serta data- data geologi untuk mendeteksi lokasi yang kaya akan minyak. Nah, jika kamu tertarik tentang hal ini, kamu dapat mempelajarinya lebih dalam di fakultas pertambangan kelak. Minyak tanah dan gas alam ditemukan di hampir seluruh dunia. Namun, lebih dari setengah sumber minyak dunia terletak di Timur Tengah.

Selain hal diatas Air laut juga mampu menghasilkan garam. Wilayah di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil garam adalah wilayah pantai Madura serta pantai utara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tambak garam

 

  1. Sumber Daya Alam di Wilayah Daratan

Sebagaimana wilayah perairan, daratan juga menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat besar. Daratan menyediakan tempat bagi kita untuk membangun tempat tinggal serta melakukan kegiatan guna mencukupi kebutuhan. Sebagian besar kebutuhan itu pun tersedia di daratan. Berikut ini kita akan mengenali sumber daya alam melalui kegiatan pemanfaatannya

1) Pertanian

Saat ini, pertanian di mata generasi muda dianggap mata pencaharian yang tidak menjanjikan masa depan. Sementara itu, selama ini Indonesia dikenal dengan negara agraris. Apa yang ada di alam Indonesia mendukung dikembangkannya pertanian. Seperti tanah yang subur, iklim yang mendukung, ketersediaan air yang cukup ,serta luas lahan yang mendukung. Sebenarnya bidang pertanian cukup menjanjikan jika kamu gigih berusaha. Lihat saja beberapa tokoh yang berhasil dalam pertanian, seperti Bob Sadino yang sukses di usaha agribisnis khususnya hortikultura, mengelola kebun sayur-mayur. Selain kegigihan usaha, pengetahuan tentang pertanian diperlukan guna memperoleh hasil yang maksimal. Terkait dengan hal ini, sebelum mengusahakan lahan di bidang pertanian dilakukan studi lahan terlebih dahulu.

Mempelajari karakteristik lahan dan akhirnya mewujudkan penggunaan lahan pertanian yang sesuai serta pemilihan jenis tanaman yang tepat. Oleh karena itulah persebaran jenis-jenis pertanian di Indonesia beragam bentuknya. Ada wilayah yang sesuai dikembangkan untuk sawah irigasi karena ketersediaan air yang cukup melimpah tanpa dipengaruhi musim. Ada pula sawah tadah hujan yang mendapatkan air hanya pada musim hujan sehingga perwujudannya sangat tergantung musim. Melihat kenyataan ini ada baiknya kamu mengenali bentuk pengolahan lahan pertanian, agar kelak kamu bisa menemukan bentuk yang cocok dikembangkan di wilayah tempat tinggalmu.

  1. a) Sistem Ladang

Sistem pertanian ini dianggap paling primitif (sederhana) karena pengolahan tanahnya sangat minim, hasil produksi (produktivitas) sangat tergantung pada kondisi tanah. Tipe pertanian ini biasanya dilakukan dengan membuka hutan oleh penduduk desa terdekat relatif sedikit, sehingga ketersediaan lahan tidak terbatas. Jenis tanaman yang dibudidayakan tidak banyak memerlukan air, seperti jagung, padi darat, dan umbi-umbian.

  1. b) Sistem Tegal Pekarangan

Sistem ini layak dikembangkan dil ahan kering yang jauh dari sumber air, dan pada umumnya diusahakan oleh orang setelah cukup lama menetap di suatu tempat. Pengelolaan jarang menggunakan tenaga yang intensif dan jarang menggunakan tenaga hewan.

  1. c) Sistem Sawah

Sistem sawah dibedakan menjadi sawah irigasi dan sawah tadah hujan. Sawah irigasi memerlukan teknik yang tinggi, utamanya dalam pengelolaan tanah dan air, hingga kestabilan biologi dan kesuburan tanah bisa dipertahanan. Hasil yang optimal akan diperoleh dengan sistem irigasi yang berkesinambungan dan sistem drainase yang baik. Lahan pertanian jenis ini memberikan sumbangan terbesar bagi ketersediaan tanaman pangan, baik padi maupun palawija. Sedangkan sawah tadah hujan, sistem pengairannya bergantung pada curah hujan yang turun.

  1. d) Sistem Perkebunan

Pertanian jenis ini dianggap sebagai pertanian industri, karena hasil yang diperoleh dari pertanian ini sangat mendukung kegiatan industri. Perkebunan memerlukan lahan yang luas dengan manajemen yang cukup baik. Tanaman yang potensial seperti karet, kopi dan cokelat, yang hingga kini menjadi komoditas ekspor.

Tetapi perlu diingat bahwa pengolahan saja tidak mendukung hasil yang optimal. Sebelum memulai menanam perlu diperhatikan kesesuaiantanaman terhadap lahan tertentu. Apabila kamu cermati, di Indonesia ada daerah yang menghasilkan sagu sedangkan daerah lain tidak. Ada juga suatu daerah yang dikenal sebagai penghasil tembakau. Kondisi ini menjadi bukti bahwa kesesuaian tanaman terhadap lahan benar-benar perlu dikaji Pada wilayah Maluku, hasil Bumi yang utama yaitu tanaman pala. Wilayah Papua dikenal sebagai penghasil sagu.

Persebaran tanaman di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi serta karakteristik fisik suatu wilayah. Sebagai contoh tanaman teh. Tanaman ini tumbuh di daerah pegunungan dengan suhu udara yang rendah. Pegunungan di Indonesia banyak terdapat di Pulau Jawa dan Sumatra, sehingga tanaman teh banyak berkembang di wilayah-wilayah tersebut.

Info Tambahan

Persyaratan Tumbuh Beberapa Tanaman;

Syarat tumbuh tanaman kina:

  1. ketinggian 1.400–1.700 m di atas permukaan laut,
  2. suhu rata-rata harian 16,5°C tiap tahun,
  3. hujan yang merata sepanjang tahun antara 2.000 mm – 3.000 mm, dan
  4. tanah yang subur (vulkanis muda).

Syarat tumbuh tanaman tembakau:

  1. daerah tropis,
  2. musim kering waktu menanam,
  3. dataran rendah dan pegunungan sampai ketinggian 2.000 m di atas permukaan air laut,
  4. sedikit hujan waktu memetik,
  5. tanah yang subur (vulkanis muda), dan
  6. angin yang tidak terlalu kencang.

Syarat tumbuh tanaman teh:

  1. daerah pegunungan dengan ketinggian 800–3.000 m di atas permukaan air laut,
  2. daerah tropis yang sejuk,
  3. curah hujan banyak dan merata sepanjang tahun, dan
  4. tanah subur (vulkanis muda).

Syarat tumbuh tanaman kelapa sawit:

  1. dataran rendah dengan ketinggian sampai 500 m di atas permukaan laut,
  2. curah hujan yang merata sepanjang tahun, dan
  3. tanah gembur (air mudah meresap).

Syarat tumbuh karet:

  1. ketinggian 700 m di atas permukaan laut,
  2. daerah tropis dengan suhu rata-rata bulanan 24°C, dan
  3. hujan merata sepanjang tahun minimum 1.500 mm.

Syarat tumbuh tanaman cokelat:

  1. daerah tropis dan subtropis yang lembap, dan
  2. dataran rendah sampai perbukitan, dan
  3. di daerah terlindung.

Syarat tumbuh tanaman cengkih:

  1. tanah yang subur,
  2. air mudah meresap ke dalam tanah, dan
  3. daerah pegunungan dengan udara sejuk.

Syarat tumbuh tanaman kapas:

  1. tanah yang subur yaitu vulkanis muda,
  2. daerah tropis dan subtropis,
  3. memerlukan banyak air waktu tumbuh,
  4. sinar matahari yang cukup waktu mulai tua, dan
  5. suhu rata-rata 30°C (cukup sinar matahari).

Syarat tumbuh tanaman kopi:

  1. ketinggian wilayah 650–1.500 m di atas permukaan laut, serta
  2. dibutuhkan udara kering dan panas pada waktu mulai tua / masak.

2) Peternakan

Makan daging, telur, atau minum susu kini bukan hal mewah lagi. Kamu dapat merasakan semua itu karena ada kegiatan peternakan. Kegiatan ini bisa dilakukan karena ada daratan. Kegiatan peternakan di Indonesia sebenarnya sangat menjanjikan dan bisa menjadi peluang bagimu untuk berwirausaha. Ya, karena secara umum iklim di Indonesia sangat cocok untuk usaha pengembangan ternak. Usaha peternakan di Indonesia dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan peternakan unggas.

Pada peternakan hewan besar, hewan yang diusahakan adalah sapi, kerbau, dan kuda. Adapun pada peternakan hewan kecil, hewan yang diusahakan adalah domba, kambing, dan babi. Peternakan unggas meliputi itik dan ayam. Peternakan ini hampir menyebar di seluruh Indonesia. Namun, ada daerah-daerah tertentu di mana peternakan diusahakan secara intensif. Contohnya peternakan kuda di Nusa Tenggara. Daerah ini sangat cocok untuk peternakan kuda, karena tersedia padang rumput yang sangat luas. Peternakan kerbau banyak terdapat di Sulawesi Selatan, karena konsumsi daging kerbau di provinsi ini cukup besar.

3) Kehutanan

Negara kita terletak di wilayah tropis dengan curah hujan yang tinggi. Karena itulah di Indonesia terdapat hutan hujan tropis yang mempunyai kekayaan luar biasa. Mulai dari pepohonan hingga berbagai binatang yang unik terdapat di hutan hujan tropis. Negara Indonesia juga dikenal sebagai negara pengekspor hasil hutan berupa kayu yang cukup besar. Ekspor kayu Indonesia mencapai lebih dari 1 juta meter kubik. Hutan di Indonesia menghasilkan berbagai jenis kayu, kayu jati terdapat di daerah-daerah bertanah kapur seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Pulau Buton. Kayu pinus terdapat di Takengon (Aceh) dan merupakan hutan budi daya. Kayu ulin, meranti, kamper, kruing, kayu besi, kayu hitam, dan berbagai jenis kayu lain yang merupakan hasil hutan hujan tropis di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua. Sedangkan kayu sengon ada pada hutan budi daya yang sebagian besar terdapat di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Persebaran jenis pohon kayu-kayuan dapat berbeda-beda pada tiap wilayah. Karena setiap tanaman mempunyai kriteria – kriteria kesesuaian lahan untuk ditanam pada lahan tertentu.

4) Pertambangan

Seperti kita ketahui bahwa Bumi adalah sumber kekayaan alam. Materi dari permukaan hingga ke materi di dalam Bumi memberikan manfaat bagi kita. Materi dari dalam Bumi, salah satunya adalah batuan dan mineral yang diperoleh melalui pertambangan. Kegunaan baru dari batuan dan mineral terus dicari. Jika dua juta tahun yang lalu, orang-orang hanya mampu membuat kapak batu, saat ini komputer tidak akan bekerja tanpa keping silikon yang terbuat dari silika.

  1. a) Bahan bakar dari Bumi

Agar bisa hidup, kita mempunyai kebutuhan untuk dipenuhi. Salah satunya adalah energi yang bisa menggerakkan diri kita dan apa yang kita gunakan. Energi yang dibutuhkan oleh apa yang kita gunakan, seperti menggerakkan mesin dan memanaskan atau mendinginkan, serta menerangi rumah. Kebanyakan energi ini dipasok oleh mineral-mineral batu bara, minyak, dan gas.

Ternyata, sumber daya alam ini terbentuk melalui beberapa tahap;

(1) Saat itu, beberapa wilayah di Bumi tertutup rawa, pepohonan, dan tumbuhan paku. Sementara itu, organisme yang hidup di laut, ketika mati akan terendapkan. Tumbuhan hutan tertutup oleh lapisan pasir dan lumpur.

(2) Tumbuhan dan hewan yang terperangkap dalam lapisan, berangsur-angsur berubah menjadi batuan. Oleh karena terkubur jauh di bawah tanah, sisa pepohonan dan tumbuhan paku perlahan-lahan berubah menjadi batu bara. Tumbuhan dan lumpur di dalam batuan lumpur menjadi panas dan membentuk minyak dan gas lama yang terperangkap dalam struktur batuan.

(3) Hasilnya, penambangan dapat dilakukan untuk mendapatkan batu bara dari dalam tanah dan mengebor untuk mengekstrak minyak dan gas.

  1. b) Batuan dan Mineral

Kerak Bumi tersusun atas sekitar 3.000 mineral. Mineral tersebut ditemukan dalam tiga jenis batuan, batuan beku, sedimen, dan metamorf. Ketika batuan beku terbentuk, saat itu batuan leleh (magma) mendingin dan menjadi padat.

Dalam proses ini, batuan granit terbentuk di bawah kerak Bumi (1). Masih termasuk dalam proses pembentukan batuan beku, kadang-kadang magma meledak menembus kerak Bumi sebagai lava dan membentuk batuan vulkanis seperti basal (2). Batuan endapan terbentuk antara lain dengan tenaga angin dan air. Sungai mengendapkan batuan seperti batu tanah liat (3). Batu pasir terlonggok oleh angin (4). Sementara itu, batu gamping terbentuk ketika rangka tumbuhan dan hewan menumpuk di dasar danau atau laut (5). Batuan metamorf, terbentuk karena perubahan akibat tekanan dan panas. Seperti batu marmer, terbentuk karena magma memanaskan kerak di sebelahnya (6). Beberapa mineral, seperti mineral besi, berasal dari air yang tertinggal saat magma mendidih (7), mineral tembaga yang terbentuk ketika air laut terperangkap dan terpanaskan (8). Dari proses pembentukan batuan itulah dihasilkan batuan dan mineral yang bermanfaat bagi kehidupan, seperti intan, emas, dan tembaga yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

  1. c) Persebaran Bahan Tambang

Banyak sekali kekayaan di kulit Bumi yang bisa ditambang. Salah satunya adalah logam, 24% logam mengisi kerak Bumi, seperti aluminium, besi, kalsium, natrium, kalium, dan magnesium. Sisanya adalah oksigen dan silikon. Selain logam ada juga batuan, mineral, dan bahan bakar minyak.

5) Pariwisata

Jika kamu membayangkan terbang di atas daratan, kamu bisa melihat betapa beraneka ragamnya wujud muka Bumi. Ada pegunungan, lembah, air terjun, pantai, dan berbagai kenampakan buatan manusia yang juga menarik. Dapat pula kamu bayangkan, negara Indonesia dengan pulau-pulau yang terpencar, mempunyai keanekaragaman kenampakan alam. Dari kenampakan ini saja Indonesia telah diuntungkan. Mengapa? Kenampakan alam ini dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Tidak hanya objek alami bahkan objek buatan pun bisa menjadi daya tarik di bidang pariwisata.

Ternyata pengembangan suatu kenampakan alam memerlukan daya dukung lingkungan. Daya dukung tersebut dinilai berdasarkan ada tidaknya parameter-parameter yang dipertimbangkan dalam penilaian tingkat kesesuaian lahan untuk pariwisata. Parameter tingkat kesesuaian tersebut antara lain iklim yang mendukung, aksesibilitas (kemudahan transportasi dan keterjangkauan), dan kerawanan terhadap bencana alam. Tidak mungkin bukan, daerah dengan kenampakan alami yang akan kita kembangkan menjadi daerah wisata, rawan terhadap bencana alam seperti tanah longsor, banjir, dan lain sebagainya. Hampir bisa dipastikan tidak ada wisatawan yang mau datang ke tempat wisata seperti itu. Selain itu, jika tingkat aksesibilitas rendah, tentu saja wisatawan enggan datang berkunjung.

6) Tata Guna Lahan

Jika kamu cermati lebih mendalam, hampir semua kegiatan pemanfaatan sumber daya alam tidak lepas dengan penggunaan lahan. Dengan menggunakan tanah kita bisa menanam berbagai macam tanaman, mendirikan bangunan, dan melakukan penambangan. Tanah merupakan sumber daya alam terpenting. Tanah menjadi tempat manusia melakukan berbagai kegiatan seperti industri, pertanian, transportasi, dan sebagainya. Berbicara masalah lahan erat hubungannya dengan masalah tanah. Kekayaan tanah di Indonesia juga beraneka ragam. Ada yang subur dan sesuai digunakan untuk pertanian, seperti tanah-tanah yang berasal dari materi yang dikeluarkan gunung api. Ada juga tanah yang kurang subur, kering, pecah-pecah bahkan berbatu. Tetapi tanah seperti itu pun masih bisa dimanfaatkan.

Oleh karena adanya keanekaragaman jenis tanah inilah, di Indonesia terdapat berbagai macam bentuk pemanfaatan tanah. Tanah dengan kesuburan yang relatif tinggi, seperti tanah aluvial yang banyak digunakan untuk lahan pertanian. Selain subur, pembentukan tanah aluvial dipengaruhi oleh aliran sungai. Ya, karena tanah aluvial merupakan hasilpengendapan oleh aliran sungai di dataran rendah. Oleh karena keberadaan tanah jenis ini umumnya berasosiasi dengan aliran air, mengakibatkan ketersediaan air pada tanah jenis ini relatif melimpah. Karena alasan ini pula, banyak tanah aluvial digunakan untuk lahan pertanian, terutama dalam bentuk sawah irigasi. Tanah yang tidak subur pun dapat dimanfaatkan. Contoh, tanah kapur yang akhir-akhir ini banyak digunakan untuk bahan dalam industri ba- ngunan, menghasilkan hiasan ornamen untuk dinding. Dengan contoh-contoh pemanfaatan ini, bagi kamu yang tinggal di daerah yang tidak subur tidak perlu berkecil hati. Carilah bentuk-bentuk pemanfaatan lain yang bisa membawa keuntungan bagimu dan bagi masyarakat di sekitarmu. Jika kita kreatif dalam mengolah sumber daya alam dan mampu menggunakan peluang, tentunya kita bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Entah itu tanah yang subur ataupun tanah yang tandus. Hanya yang perlu kita ingat dan lakukan adalah mengelola sumber daya alam dengan arif berdasarkan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Kita manusia merupakan aktor utama pelaku perusakan alam. Disadari atau tidak, manusia sering serakah dalam mengambil kekayaan alam. Bahan-bahan tambang kita ambil, setelah terkuras habis kemudian kita tinggalkan begitu saja. Ikan di laut kita tangkap dengan bom dan pukat harimau, hingga ikan-ikan kecil pun ikut mati bahkan terumbu karang menjadi rusak. Setelah semua rusak, penyesalan kita pun tidak ada gunanya.

7) Perikanan Darat

Seperti halnya perikanan laut, perikanan darat dapat dilakukan dengan penangkapan dan budi daya. Tetapi cara pertama belum tentu bisa dilakukan di semua perairan darat, pada umumnya dilakukan di wilayah-wilayah yang mempunyai sungai-sungai besar, seperti di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Selain di sungai, penangkapan ikan secara langsung dapat dilakukan di waduk, danau, dan rawa.

Sementara itu, budi daya perikanan darat dapat dilakukan dengan cara memelihara biota perairan darat di beberapa media baik itu perikanan air tawar maupun air payau, seperti di tambak, kolam, karamba, jaring apung, dan sawah (minapadi). Beberapa jenis ikan yang dibudidayakan di perikanan darat seperti ikan gurami, mas, lele, mujair, nila, nilem, sepat siam, tambakan, kakap, dan tawes. Persebaran beberapa jenis perikanan darat di Indonesia dapat kamu cermati pada tabel berikut ini. Kamu bisa menemukan provinsi yang mempunyai potensi perikanan darat terbesar.