Keuntungan Client-Server

Keuntungan Client-Server

Keuntungan Client-Server

Keuntungan Client-Server
Keuntungan Client-Server

ü  Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.

ü  Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.

ü  Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.

ü  Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.

ü  Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

Kelemahan Client-Server

ü  Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.

–        Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.

ü  Pada client-server, ada kemungkinan server fail.

–        Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

Arsitektur Client-Server

      Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC

      Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri

      Berbagi hardware atau software

Arsitektur File Server

  • Model pertama Client/Server
  • Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation
  • Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan
  • Server bertindak sebagai file server
  • File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut.
  • Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri
  • DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server
  • Aktivitas pada klien:

ü  Meminta data

ü  Meminta penguncian data

  • Tanggapan dari klien :

ü  Memberikan data

ü  Mengunci data dan memberikan statusnya

Batasan File  Server

Ø  Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan.

Ø  Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori.

Ø  Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus.

Ø  Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama dan tanggung jawab diserahkan kepada programmer.

Arsitektur Database Server

v  Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).

v  Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database.

v  Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi

v  Beban jaringan menjadi berkurang.

v  Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server.

v  Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture