Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Keutamaan Puasa Yang Luar Biasa

Keutamaan Puasa Yang Luar Biasa

Keutamaan Puasa Yang Luar Biasa
Keutamaan Puasa Yang Luar Biasa

 

Dr. Yusuf Qardhawi

dalam Al Ibadah Fil Islam, mengungkapkan banyak hal tentang ibadah. Dalam ulasannya tentang ibadah puasa, beliau menjelaskan ada lima rahasia puasa yang bisa kita renungkan untuk kemudian menjadi stimulus penting bagi semangat kita dalam berpuasa. Berikut ini akan penulis uraikan satu persatu tentang lima rahasia tersebut.

Menguatkan Jiwa

Dalam hidup ini, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apa pun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang batil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Betapa banyak orang yang sudah tak menjadi ‘manusia lagi. Mereka melakukan hal-hal yang membuat mereka keluar dari kodrat mereka sebagai manusia, yang menghormati dan menjaga hubungannya dengan manusia lain serta menjaga tingkah lakunya sede¬mikian rupa. Mereka lebih cenderung menampakkan diri mereka laksana binatang, bahkan kadang-kadang lebih buruk dari binatang. Memang, manusia itu jika baik, kebaikan dan kemuliaannya terasa melebihi malaikat. Namun jika jahat, keburukan dan kejahatan yang dilakukannya melebihi kejahatan dan keburukan setan laknatullah.

Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Sebab bagaimana pun dunia adalah tempat dan ajang bagi kita untuk beramal dan berbuat baik. Maka dalam menjalani kehidupan di dunia yang penuh tipu daya dan keburukan yang ditimbulkan oleh setan ini diperlukan pengendalian yang intens dan tertata agar kita tak mudah terbawa alur setan.

Dapat diilustrasikan, jika kita kalah perang, itu masih belum seberapa, meski kekalahan dalam peperangan merupakan kunci penderitaan yang akan dialami secara berkepanjangan oleh si penderita kekalahan. Itu masih belum seberapa. Yang paling menyedihkan adalah saat kita kalah dalam peperangan melawan hawa nafsu, yang menyebabkan kita kehilangan esensi sebagai manusia. Membuat kita terjerumus pada hal-hal yang tak mengisyaratkan bahwa kita manusia. Sungguh menyedihkan. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan yang semula menjadikan Allah Swt. sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan.

Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini sebagaimana terungkap dalam firman-Nya:”Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu idak mengambil pelajaran?” (QS. Al-Jaatsiyah [45]: 23).

Lalu apa yang bisa kita lakukan agar kita tak dikalahkan oleh hawa nafsu, tapi nafsulah yang harus dalam kendali? Allah Swt. yang selalu menyayangi dan memperhatikan kepentingan dan kebahagiaan hambanya memberi solusi jitu: yaitu puasa. Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala doanya dikabulkan oleh Allah Swt. Rasulullah Saw. bersabda yang artinya: “Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.”(HR. Tirmidzi). Tak ada yang tak ingin doanya senantiasa didengar dan dikabulkan, bukan?

Mendidik Kemauan

Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar.

Karena itu, Rasulullah Saw. menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan ruhani seorang muslim semakin prima. Kekuatan ruhani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.

Hadits

Diriwayatkan dalam Mishbah Al-Syariah bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Puasa adalah perisai. Puasa melindungi diri dari kejelekan dunia dan siksa akhirat. Apabila hendak berpuasa, niatkanlah puasamu untuk menahan diri dari dorongan syahwat, dan memutuskan pikiran yang sering dipengaruhi godaan setan. Bayangkanlah dirimu sebagai seorang yang sakit yang-tidak menginginkan makanan atau minuman apa pun. Dan berharaplah selalu agar Allah Yang Mahakasih memberikan kesembuhan dari setiap penyakit yang ditimbulkan oleh dosa. Sucikanlah batinmu dari setiap apa yang bisa membuatmu lalai dari berzikir kepada Allah.”

Dengan puasa, kita diharapkan dapat lebih mengendalikan dan mengontrol keinginan kita.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/

infobiz

Kembali ke atas