Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Kualitas Susu Sapi di Indonesia

Kualitas Susu Sapi di Indonesia

Menurut Samsul (2003:78) dari segi kualitas, susu hasil produksi lokal masih berkualitas rendah. Dari hasil pengujian mutu susu, susu lokal memiliki sifat fisik, kimia, dan biologi yang tidak sesuai dengan standard milk CODECS, yaitu standard kelayakan makanan dan minuman yang dipakai dunia. Susu pecah, berbau, berwarna, dan kotor juga sering terjadi pada pasca panen susu peternak lokal. Selain itu susu lokal terhitung lebih encer, dengan kadar lemak tinggi, dan kandungan mikroorganisme yang jauh melebihi standard CODEC.

banyaknya air yang tidak sesuai dengan takaran dicampur dengan susu menjadi penyebab rendahnya kualitas. Padahal sesuai aturan maksimal 9 liter susu itu boleh dicampur dengan 1 liter air saja. Namun, para peternak justru mencampurkannya tidak sesuai aturan (setiyono, 2000).

peternak sapi perah Indonesia kurang memiliki pengetahuan tentang cara beternak sapi yang baik dan benar, sehingga produktifitas susu yang dihasilkan sapi rendah. “Rata-rata peternak sapi perah di Indonesia lebih banyak belajar secara turun-temurun, tidak ada ilmu baru yang mereka terima dari ilmu warisan nenek moyang mereka,” (Berend Jan Stoel, 2005)

menurut Dawud (1998:92) susu di indonesia berkualitas rendah dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:

Pertama, sanitasi kandang yang rendah dan perilaku peternak yang belum mengarah pada goodfarming practice. Banyak peternak yang membangun kandang sapi mereka menyatu dengan rumah alasan keamanan. Limbah peternakan, baik limbah yang padat maupun limbah yang cair, belum dikelola dengan benar sehingga menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Padahal, jika pengelolaan limbah dilakukan dengan benar, dapat memberikan nilai tambah bagi usaha. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa sistem usaha peternakan yang menerapkan produksi bersih dapat memberikan keuntungan  yang cukup signifikan.

Kedua, kualitas dan kuantitas pakan yang rendah. Kebanyakan peternak sapi perah masih memberikan pakan berkualitas rendah kepada ternak mereka. Hanya terdiri atas pakan hijauan dan rumput alam, ditambah limbah tanaman pangan (wortel, kol, dan lain-lain). Selain mutu pakan yang rendah, secara kuantitas, pemberian pakan kepada ternak sapi pun kerap kali kurang. Hal ini menyebabkan kecukupan pakan 10 persen dari berat badan tidak terpenuhi.

Menurut yusril (2007:229) ada tiga faktor yang mempengaruh

Sumber:

https://sonymusic.co.id/ponsel-galaxy-x-yang-dapat-dilipat-masih-kumpulkan-sertifikasi/

 

infobiz

Kembali ke atas