Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Landasan  konseling

Landasan  konseling

Ketika berbicara tentang bimbingan,  tidak bisa terlepas dari konseling, dan ketika kita membahas tentang konseling tidak dapat dipisahkan dari bimbingan, karena antara yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan,  keduanya merupakan suatu kesatuan yang terpadu dan utuh. Oleh Karena itu pada bagian ini kami akan mengemukakan beberapa hal yang merupakan dasar atau landasan bimbingan dan konseling.

Beberapa hal yang menjadi landasan bimbingan dan konseling adalah landasan filosofis, landasan religius, landasan psikologis, landasan social budaya dan landasan pedagogis.

  1. Landasan Filosofis

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling indah dan paling tinggi derajatnya.Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi dan merupakan makhluk terbaik dari ciptaan Tuhan lainnya.  Menurut  Prayitno dan Erman Amti, (2014) hakekat kemanusiaan dapat ditinjau dari keempat dimensi kemanusiaannya yaitu dimensi keindividualan (individualitas), kesosialan (sosialitas), kesusilaan (moralitas) dan keberagamaan (religiusitas). Tinjauan dari kedua sisi itu akan memperlihatkan betapa manusia amat berpotensi untuk memperkembangkan dirinya, untuk menguasai alam, dan untuk mengembangkan budaya setinggi-tingginya demi kebahagiaan hidupnya di dunia dan akhirat.[6]

Dari berbagai aliran filsafat yang ada, para penulis Barat .(Victor Frankl, Patterson, Alblaster & Lukes, Thompson & Rudolph, dalam Prayitno, 2003) telah mendeskripsikan tentang hakikat manusia, [7]  sebagai berikut :

  • Manusia adalah makhluk rasional yang mampu berfikir dan mempergunakan ilmu untuk meningkatkan perkembangan dirinya.
  • Manusia dapat belajar mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya apabila dia berusaha memanfaatkan kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya.
  • Manusia berusaha terus-menerus memperkembangkan dan menjadikan dirinya sendiri khususnya melalui pendidikan.
  • Manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik dan buruk dan hidup berarti upaya untuk mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidak-tidaknya mengontrol keburukan.
  • Manusia memiliki dimensi fisik, psikologis dan spiritual yang harus dikaji secara mendalam.
  • Manusia akan menjalani tugas-tugas kehidupannya dan kebahagiaan manusia terwujud melalui pemenuhan tugas-tugas kehidupannya sendiri.
  • Manusia adalah unik dalam arti manusia itu mengarahkan kehidupannya sendiri.
  • Manusia adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat pilihan-pilihan yang menyangkut perikehidupannya sendiri.
  • Manusia pada hakikatnya positif, yang pada setiap saat dan dalam suasana apapun, manusia berada dalam keadaan terbaik untuk menjadi sadar dan berkemampuan untuk melakukan sesuatu.

sumber :

https://www.ram.co.id/seva-mobil-bekas/

infobiz

Kembali ke atas