Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Lingkungan Keluarga

Lingkungan Keluarga

            Lingkungan keluarga merupakan wahana untuk memantapkan adat istiadat yang ada di lingkungan masyarakat kita yang mencangkup sistem nilai sosial dan budaya, sistem norma dan norma-norma agama. Sebagai mana telah kita pelajari pada Bab I (satu) tentang konsep dasar budaya bahwa fungsi sistem budaya adalah menata dan memantapkan tindakan-tindakan serta tingkah laku manusia.

            Proses pemantapan ini dilakukan melalui pembudayaan atau institutionalization (pelembagaan). Dalam proses pelembagaan ini, seseorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-adat, sistem norma dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Proses ini dimulai sejak kecil, mulai dari lingkungan keluarganya, kemudian dengan lingkungan di luar rumah, mula-mula dengan meniru berbagai macam tindakan. Setelah perasaan dan nilai budaya yang memberikan motivasi akan tindakan meniru itu akan diinternalisasi dalam kepribadiannya, maka tindakan itu menjadi suatu pola yang mantap, dan norma yang mengatur tindakannya dibudadyakan. Tetapi ada juga individu yang dalam pross pembudayaan tersebut yang mengalami deviants, artinya individu yang tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan sistem budaya dilingkungan sosial sekitarnya (Soelaeman, 2005).

            Hampir di seluruh dunia, keluarga sering disebut dengan unit dasar, atau kelompok fundamental atau juga karakteristik yang paling penting dari masyarakat. Tetapi untuk pembahasan kita, keluarga didefinisikan sebagai ibu dan ayah serta anak-anak yang hidup bersama (Sweedlun dan Crawford, 1956).

            Sebelum seseorang melangsungkan pernikahan, ada tahap-tahap yang dilalui sebelumnya yaitu perkenalan, pacaran dan pernikahan. Seseorang bisa saja langsung ke tahap meminang calon untuk menuju tahap pernikahan.

            Pernikahan adalah gabungan dari dua orang atau lebih yang berlainan jenis kelamin dengan persetujuan dari masyarakat. Masyarakat menganggap bahwa gabungan laki-laki dan perempuan ini bagian yang penting menuju kesejahteraan, dan ada semua masyarakat peraturan tentang pernikahan ini telah dilakukan. Peraturan-peraturan ini dibuat adalah untuk melindungi tiga fungsi dasar pernikahan dalam masyarakat. Pertama, pernikahan adalah salah satu cara masyarakat untuk mengontrol ekspresi dorongan seks karena dorongan seks begitu kuat sehingga, apabila tidak dibatasi dorongan-dorongan seks tersebut akan menjadi sumber konflik sosial di masyarakat. Kedua, pernikahan menjamin keberlangsungan kelompok masyayrakat melalui reproduksi lewat pernikahan. Ketiga, pernikahan merupakan alat masyarakat untuk memperbaiki tangggung jawab anak-anak terhadap orang-orang yang khusus terutama pada orang tuanya.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

 

infobiz

Kembali ke atas