Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Macam-macam dan contoh berita Israiliyyat

Macam-macam dan contoh berita Israiliyyat

 

Macam-macam dan contoh berita Israiliyyat
Macam-macam dan contoh berita Israiliyyat

Israiliyyat terbagi menjadi tiga

Secara garis besar berita Israiliyyat terbagi menjadi tiga yaitu:

1. Berita yang dikuatkan oleh islam dan diakui kebenarannya, maka berita itu dianggap sebagai sebuah kebenaran.

Contohnya: apa yang diriwayatkan oleh Bukhari dan juga perawi yang lainnya dari Ibnu Mas’ud RA dia berkata: “telah datang seorang pendeta kepada Rasulullah SAW, kemudian dia berkata: “ ya Muhammad sesungguhnya kami mendapati bahwa Allah menjadikan langit dengan satu jari, menjadikan bumi dengan satu jari, menjadikan pohon dengan satu jari, menjadikan air dan kekayaan dengan satu jarin dan menjadikan seluruh makhluk dengan satu jari, kemudian Dia berkata: “aku adalah penguasa (Raja). Maka Rasulullah SAW tertawa sampai terlihat gigi geraham beliau membenarkan perkataan pendeta itu”.

2. Berita yang diingkari oleh islam dan diakui kedustaannya, maka berita itu bathil.

Contohnya: apa yang diriwayatkan dari Bukhari dari Jabir RA, dia berkata: “Seorang Yahudi berkata: “Apabila menggauli wanita dari belakangnya, maka akan melahirkan anak yang juling matanya, berkenaan dengan berita itu maka turunlah ayat:
“istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki”. (QS.Al-baqarah: 223)

3. Berita yang tidak dikuatkan atau ditetapkan oleh islam dan tidak diingkari, maka wajib tawaqquf (diam) tentangnya

Berdasarkan apa yang diriwatkan oleh imam Bukhari dari Abu Hurairah RA, dia berkata: “ahli kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan mereka menafsirkannya dengan bahasa arab kepada pemeluk islam, maka Rasulullah SAW bersabda: “janganlah kamu membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakan mereka.” Katakanlah: “kami telah beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu.” (QS.AL-Ankabut: 46)
Aka tetapi menceritakan berita israiliyyat dari jenis ini adalah boleh apabila tidak dikhawatirkan ada bahayanya, berdasarkan sabda Nabi SAW: “sampaikan dariku meskipun satu ayat, dan kabarkanlah dari bani israil dan jangan merasa berat. Barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja,maka disiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR.Bukhari).

Sikap Ulama Terhadap Kisah Israiliyyat

Sikap para ulama,apalagi mufassir,berbeda-beda terhadap kisah-kisah israiliyyat ini menjadi empat kelompok:
a. Sebagian mereka adalah orang memperbanyak kisah-kisah tersebut disertai dengan sanad-sanadnya, dan dia berpendapat bahwa dengan menyebutkan sanad-sanadnya, maka dia lepas tanggung jawab. Contoh: Ibnu Jarir Ath-Thabari.
b. Dan sebagian mereka adalah orang yang memperbanyak kisah-kisah tersebut dengan tanpa menyertakan sanad-sanadnya, maka dia sepertihatibu lail (pencari kayu bakar di malam hari) seperti: Al-Baghawi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata tentang tafsirnya: “sesungguhnya dia Al-Baghawi meringkas dari Ats-Tsa’labi, akan tetapi dia tetap mempertahankan hadits-hadits maudhu’ dan pendapat-pendapat yang bid’ah.”
c. Dan sebagian mereka adalah orang yang berlebih-lebihan dalam menolaknya, dan tidak mrnyebutkan sedikitpun kisah israiliyyat yang dijadikannya sebagai tafsir bagi Al-qur’an. Misalnya: Rasyid Ridha.

Baca Juga:

infobiz

Kembali ke atas