Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Macam-macam Mushaf

Macam-macam Mushaf

Macam-macam Mushaf
Macam-macam Mushaf

Adapun berikut adalah macam-macam dari mushaf kuno yang masih disimpan keberadaannya, macam-macamnya yaitu:

1. Mushaf Mesir

Al-Maqrizi menyebutkan dalam Khutbah al-Mishr tentang al-Qur’an yang ditulis Ali yang ada di perpustakaan Khalifah Fatimiyah di Kairo. Mushhaf ini pada mulanya diamankan dalam peti perak di Masjid Agung Kuno Mesir ketika Ma’mun Batha’ihi, menteri Khalifah Fatimiyah Billah, memerintahkan untuk membuat peti emas untuk al-Qur’an. Saat ini al-Qur’an yang dinisbahkan kepada Ali berada dalam koleksi makam suci al-Husayn di Kairo. Namun agaknya yang ini tidak sama dengan yang berada di Masjid Agung Kuno Mesir dan yang selanjutnya dipindahkan dari situ.

2. Mushaf Najaf

Sayyid Jamal al- Din Dawud al-Hasani, yang terkenal sebagai Ibn Inabah menyebutkan dalam ‘Umdah al-Thalib tentang al-Qur’an yang berada dalam koleksi makam suci Ali di Najaf. Ia menyebutkan naskah lain al-Qur’an yang ditulis Ali yang pernah dilihat di makam suci ‘Ubayd Allah ibn Ali. Setiap hubungan antara kedua al-Qur’an ini serta kaitan mereka dengan sebuah naskah yang lain di Mesir membutuhkan penyelidikan lebih jauh.

Bahkan sekarang ada sebuah al-Qur’an dalam koleksi makam suci Ali di Najaf yang oleh beberapa ulama diyakini sebagai al-Qur’an yang disebutkan oleh pengarang buku Umdah al-Thalib adalah mungkin bahwa mushhaf dimakam ‘Ubayd Allah Ibn Ali pernah membat beberapa bagian dari al-Qur’an Najaf.

Sayyid Ahmad al-Husayni al-Asykawari dalam Fihrist khizanat al-Rawdhat al-Haydariyah, dengan mengutip Mawsu’ad al- Muqadddasah (Bab yang membahas tentang Najaf), menulis bahwa pada tahun 755 H/1354 M makam suci Ali terbakar api sehingga banyak barang langka koleksi tempat suci yang hilang, termasuk al-Qur’an yang ditulis oleh Ali dalam tiga jilid.

Pada catatan pinggir (Hasyiyah) manuskrip ‘Umdah al-Thalib yang ada diperpustakaan Astanah-e Quds-q Radhawi, terdapat catatan berharga yang ditulis oleh ahli perpustakaan Nasabah bernama Husayn, yang mencakup penjelasan mengenai mushaf Najaf. Catatan yang senada berbunyi: “Mushhaf yang dilihat oleh Sayyid al-Najib (Ibn Inabah al-Hasani Nasabah, pengarang ‘Umdah al-Thalib) di Najaf masih ada dalam koleksi Najaf. Namun demikian sebagaian besar dari mushhaf itu terbakar dan hanya satu jilid saja yang tersisa. Dan itupun tanpa catatan pinggir karena semua catatan pinggir bersama-sama dengan sebagian naskah musnah dimakan api.

Baca Juga: doa sebelum belajar

3. Mushaf di Makam Suci Imam Ridha

Selain dari al-Qur’an yang tersimpan pada peti mayat batu (dhari’) di makam Ali di Najaf, ada lagi dua buah mushhaf al-Qur’an dalam koleksi makam suci Imam Ridha di Masyhad yang juga dinisbahkan kepada Imam Ali. Yang pertama bernomor enam dan tersimpan di perpustakaan. Tertulis catatan dalam tulisan kufi pada kulit rusa: “katabah Ali ibn Abi Thalib ditulis oleh Ali Ibn Abi Thalib. Pada halaman pertama terdapat persembahan dari Syah ‘Abbas, rasa Shafawi, yang ditulis oleh Syaikh al-Baha’I berikut tanda tangannya dan tahun seribu delapan Hijriyah. Disitu, Syaikh al-Baha’I menyebutkannya sebagai tulisan Ali. Al-Qur’an dalam enam puluh delapan halaman foto ini mengandung bagian Kitab Suci mulai surat Hud hingga akhir surat al-Kahfi.

Mushaf al-Qur’an kedua bernomor satu. Bagian catatan pinggirnya hilang dan ayat-ayatnya juga hilang diantara halaman-halaman tertentu. Sebagai contoh antara folio tiga puluh tiga dan tiga puluh empat hampir tujuh puluh sembilan ayat hilang. Al-Qur’an ini telah ditulis pada kulit rusa dan mempunyai tiga ratus satu lembar folio yang memuat seluruh al-Qur’an. Al-Qur’an ini disumbangkan oleh Syah ‘Abbas pada tahun 1009 H/1600 M ke makam suci.

4. Mushaf Koleksi Topkapi Sarayi

Dua mushaf lagi berada di Turki yang dinisbahkan kepada Ali. Keduanya disimpan di perpustakaan al-Amanah (yang saat ini bagian perpustakaan Topkapi Sarayi). Mushaf yang pertama bernomor perpustakaan Al-Amanah (nomor dua). Mikro filmnya dinomori delapan belas, disimpan di Ma’had al-Makhthuthat al-‘Arabiyyah, Kairo. Mushhaf yang kedua bernomor dua puluh Sembilan dan mikro filmnya dinomori empat belas, disimpan di Ma’had al-Makhthuthat al-‘Arabiyyah, Kairo.
Dari kesemua ijtihad para sahabat termasuk Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin al-Khattab, dan Utsman bin ‘Affan adalah benar. Karena mereka adalah para sahabat yang hidup bersama Rasulullah SAW., mereka menyaksikan langsung apa yang disampaikan Rasulullah, baik berupa ajaran tentang wahyu (al-Qur’an) maupun hadits.[29] Sehingga ijtihad mereka tetap disandarkan kepada ajaran Rasulullah SAW. yang bersifat tauqifi.

 

infobiz

Kembali ke atas