Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Manajer fungsional dan manajer umum

Manajer fungsional dan manajer umum

Definisi dan Pengertian Manajer Fungsional (Functional Manager) dan Manajer Umum (General Manager)

  • Manajer Fungsional / Functional Manager

Manajer fungsional adalah manajer yang memiliki tanggung jawab pada satu bagian fungsional perusahaan atau organisasi saja dan tidak ikut campur pekerjaan fungsional pada bagian lain.

Contohnya adalah seperti manajer keuangan, manajer pemasaran, manajer akuntansi, manajer operasional, manajer hrd, dan banyak lagi contoh lainnya.

  • Manajer Umum / General Manager

Manajer umum adalah manajer yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian/fungsional pada suatu perusahaan atau organisasi. Manajer umum memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa atau seluruh manajer fungsional. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan pada perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manajer umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda.

Tugas Manajer

Tugas seorang manajer diantaranya:

  1. a)Perencanaan (Planning)

Tugas pertama seorang manajer adalah memutuskan apa yang ingin dicapainya. Maksudnya mencapai tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang dari organisasinya.

  1. b)Pengorganisasian (Organizing)

Sasaran-sasaran dan pekerjaan yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menunjukkan jumlah orang yang diperlukan serta keterampilan-keterampilan yang diperlukan mereka – maksudnya: posisi-posisi yang perlu diisi serta kualifikasi-kualifikasi yang perlu dimiliki orang untuk menduduki posisi tersebut.

Dalam hal mengorganisasi: pihak manajer memutuskan pekerjaan-pekerjaan mana yang harus diisi serta tugas-tugas dan tanggung jawab ynag berkaitan dengan masing-masing pekerjaan. Tetapi pekerjaan yang dilaksanakan oleh para anggota organisasi yang bersangkutan berkaitan erat satu sama lain; maka oleh karena itu diperlukan koordinasi tertentu.

  1. c)Pengkoordinasian (Coordination)

Coordination sesungguhnya merupakan suatu bagian esensial dari “ORGANIZATION”. Dan cara mengkoordinasikan paling umun adalah: menyediakan atasan bersama untuk pekerja-pekerja yang pekerjaan mereka salaing berkaitan.

  1. d)Penempatan Karyawan (Staffing)

Dalam bidang pengorganisasian, manajer yang bersangkutan menentukan posisi-posisi dan ia memutuskan siapa saja yang menduduki posisi tersebut. Dalam aktivitas “STAFFING”  ia berupaya menemukan orang yang tepat untuk masing-masing pekerjaan.

Sebuah perusahaan yang mapan, sudah tentu memiliki organisasi tertentu dan orang-orang yang mengisi posisi-posisi tersebut. Tetapi, baik organisasi maupun “STAFFING” merupakan aktivitas-aktivitas yang berkelanjutan. Waktu sebuah perusahaan tumbuh, atau memasuki bidang-bidang baru, perlu diciptakan dan diisi posisi-posisi baru, dan ada kalanya perlu seluruh struktur organisasi diubah. dan aktifitas “STAFFING” tidak mungkin dilakukan sekali saja. oleh karena itu, orang-orang senantiasa menunggalkan organisasi yang bersangkutan atau adakalanya mereka diberhentikan, kadang-kadang ada yang pensiun dan ada pula yang meninggal dunia.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/

infobiz

Kembali ke atas