Membanggakan, SMK PPN Lembang Juara II FLS2N di Aceh

Membanggakan, SMK PPN Lembang Juara II FLS2N di Aceh

 

Membanggakan, SMK PPN Lembang Juara II FLS2N di Aceh

LEGENDA Tangkuban Parahu membawa SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN)

Lembang meraih juara 2 kategori teater pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Nasional 2018 di Banda Aceh. Tentunya, kemenangan ini tidak bisa berkat ketekunan dan keseriusan para pemainnya yang digawangi oleh Adam Amarulloh Faturohman, Izmi Hafsah, dan Aslam Fiqri Amrullah.

Mereka memang telah mempersiapkan penampilan terbaiknya untuk FLS2N. Mulai dari tingkat kota hingga tingkat nasional. Penampilan mereka dipertunjukkan pada Selasa, 28 Agustus 2018 lalu di Banda Aceh. Sementara pengumuman pemenang dilaksanakan pada Jumat 31 Agustus 2018 malam di Banda Aceh.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kita dari awal lomba

Muali dari tingkat kota, kita wakil dari Kabupaten Bandung Barat (KBB), hingga ke nasional. Khususnya kepada guru,  teman, dan orangtua kita,”kata Pembimbing Teater, Adi Gumelar Lugina, Sabtu 1 September 2018.

Bagi mereka, kemenangan ini sebuah kasih sayang Allah kepada mereka yang sudah berlatih tiap detik dengan melawan rasa lelah atau hambatan yang menghadang. Mereka  tidak percaya dengan kemenangan ini, terlebih bisa mengalahkan sekolah khusus seni.

“Sudah kehabisan kata ketika kita mendengar nama kita di panggil pada malam pengumuman pememang. Karena, sebelumnya kita lillah,  jargon kita dari awal saat di tingkat kota pun pun “Lillahita’ala” yang penting main maksimal dan totalitas. Saat nama kita disebut, kita terpaku dengan gemetaran. Setelah itu kita tak tau harus apa dan bagaimana. Kita cuman bisa bersyukur dan berdoa agar dijauhkan dari sifat sombong,” katanya.

Aslam dan kedau temannya itu memang tidak bersekolah di SMK jurusan kesenian

Namun, hal ini tidak menyurutkan mereka untuk berkarya dalam bidang seni. Terlebih di sekolahnya ada ekstrakulikuler seni. Melalui ekskul ini mereka memaksimalkan dan mengembangkan hobi dan minatnya dalam seni.

“Alhamdulillah kita terus berlatih di ekskul kita, “Saung Sastra Lembang”. Kita memang bukan di sekolah seni, tapi kita bisa berkarya,” kata Aslam.

Mengapa mimilih cerita legenda Tangkuban Parahu? Menurut Aslam, selain sebagai persyaratan pada kategori teater, yakni harus mengusung tema tentang cerita rakyat, juga Tankuban Perahu dengan Dayang Sumbinya lebih terkenal dibanding cerita rakyat lainnya.

“Di antara kriteria penilaian pada kategori teater adalah pemainnya juga harus dibatasi 3 orang. Sementara cerita yang dipertunjukkan harus cerita rakyat. Ya kita mengambil legenda Dayang Sumbi dan Tangkuban Parahu. Sejak dari tingkat kota hingga nasional, kita memang mengambil cerita ini. Tapi, setiap tingkatan kualitasnya berbeda. Di tingkat nasional tentunya lebih kompleks lagi. Baik dari sisi cerita maupun properti yang dibawa,” kata Aslam.

Ditanya soal kendala

Aslam mengatakan sebenarnya tidak ada kendala yang berarti, karena semuanya dikoordinasikan dengan baik bersama pemain, pembimbing, dan tim lainnya. “Ya kendal mah ada saja, namun bisa diantisipasi,” ujar Aslam.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/