Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Model Pembelajaran Pembangunan Rasional (MPR)

Model Pembelajaran Pembangunan Rasional (MPR)

Model ini didasarkan pada asumsi bahwa pada hakikatnya manusia memiliki kelebihan dibandingkan dengan makhluk Tuhan lainnya, salah satunya karena manusia diberikan akal pikiran. Akal pikiran merupakan karunia yang patut disyukuri keberadaannya dengan cara digunakan sebaik-baikya untuk menjalani kehidupan ini menjadi lebih baik, di dunia maupun di akhirat.

Dengan asumsi tersebut, maka akal pikiran memiliki tugas yang cukup berat untuk memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan dari setiap keputusan yang harus dibuat oleh seseorang dalam dalam menjalani proses kehidupannya. Kelogisan (dapat dipahami)dan kerasionalan (masuk akal) menjadi ukuran penting untuk menghasilkan keputusan seseorang. Proses inilah yang kemudian dijadikan kebiasaan dan kekuatan/kelemahan seseorang dalam ukuran kematangan perilaku. Artinya manusia diberikan kesempatan untuk belajar memilih dan memilah yang terbaik dari segala kondisi yang dihadapinya.

Fokus utama dalam model ini adalah kompetensi pembangunan rasional, argumentasi, atau alasan atas pilihan nilai yang dibuat anak. Dalam hal ini, kita harus mengasumsikan bahwa anak didik adalah anak yang sedang berkembang proses berpikirnya. Memiliki rasional yang kokoh dan selalu diuji sepanjang penghidupan seseorang jelas penting untuk keberfungsian akal dan pikiran manusia.Sistem karakter yang lengkap harus mengikutsertakan aspek rasional atau kognitif ini, di samping aspek emosi atau perasaan dan perbuatan.

Disamping memiliki keunggulan dalam  membangun kesadaran moral seseorang, model pengembangan rasional ini memiliki kelemahan. Kelemahan utamanya adalah sehubungan dengan tumpuannya yang terlalu berat pada aspek kognitif atau rasonalitas manusia. Dalam konteks itu,manusia dapat menjadikan dirinya sebagai tuhan sebagaimana yang telah dilakukan oleh Fir’aun. Ketika keimanan tipis atau rusak maka individu dapat mendewakan akal, menuntut segala hal harus masuk akal.

Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen sekolah.Manajemen yang dimaksud di sini adalah bagaiman pendidikan karakter direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi nilai-nilai yang perlu ditanamkan, muatan kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, dan komponen terkait lainnya. Dengan demikian manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah.

baca juga :

POS-POS TERBARU

infobiz

Kembali ke atas