Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Patofisiologi Hipotermi

Patofisiologi Hipotermi

                 Sewaktu kulit bayi menjadi dingin, saraf afferen menyampaikan pada sentral pengatur panas di  hipothalamus. Saraf yang dari hipothalamus sewaktu mencapaib rown fat memacu pelepasan noradrenalin lokal sehingga trigliserida dioksidasi menjadi gliserol dan asam lemak. Blood gliserol  level meningkat, tetapi asam lemak secara lokal dikonsumsi untuk menghasilkan panas. Daerah brown fat menjadi panas, kemudian didistribusikan ke beberapa bagian tubuh melalui aliran darah.

                 Ini menunjukkan bahwa bayi akan memerlukan oksigen tambahan dan glukosa untuk metabolisme yang digunakan untuk menjaga tubuh tetap hangat.Methabolicther mogenesis yang efektif memerlukan integritas dari sistem syaraf sentral,kecukupan darib r own fat, dan tersedianya glukosa serta oksigen. Perubahan fisiologis akibat hipotermia yang terjadi pada sistem syaraf pusat antara lain depresi linier dari metabolisme otak, amnesia, apatis, disartria, pertimbangan yang terganggu adaptasi yang salah, EEG yang abnormal, depressi kesadaran yang progresif, dilatasi pupil, dan halusinasi. Dalam keadaan berat dapat terjadi kehilangan autoregulasi otak, aliran darah otak menurun, koma, refleks okuli yang hilang, dan penurunanyangprogressif dari aktivitas EEG.

                 Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan di bawah normal. Suhu normal pada bayi neonatus adalah adalah 36,5-37,5 derajat Celsius (suhu ketiak). Hipotermi merupakan salah satu penyebab tersering dari kematian bayi baru lahir, terutama dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg Gejala awal hipotermi apabila suhu kurang dari 36 derajat Celsius atau kedua kaki dan tangan teraba dingin.

Tanda dan Gejala Hipotermi

  1. Berikut beberapa gejala bayi terkena hipotermia,yaitu :

1)   Suhu tubuh bayi turun dari normalnya.

2)   Bayi tidak mau minum atau menetek.

3)   Bayi tampak lesu atau mengantuk saja.

4)   Tubub bayi teraba dingin.

5)   Dalam keadaan berat denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh mengeras (sklerema).

6)   Kulit bayi berwarna merah muda dan terlihat sehat.

7)   Lebih diam dari biasanya.

8)   Hilang kesadaran.

9)   Pernapasannya cepat.

10)    Denyut nadinya melemah.

11)    Gangguan penglihatan.

12)    Pupil mata melebar (dilatasi) dan tidak bereaksi.

  1. Berikut adalah tanda terjadinya hipotermia

                   Tanda-tanda hipotermia sedang :

1)   Aktifitas berkurang.

2)   Tangisan lemah.

3)   Kulit berwarna tidak rata (cutis malviorata).

4)   Kemampuan menghisap lemah.

5)   Kaki teraba dingin.

6)   Jika hipotermia berlanjut akan timbul cidera dingin.

  1. Tanda-tanda hipotermia berat :

1)   Aktifitas berkurang,letargis.

2)   Bibir dan kuku kebiruan.

3)   Pernafasan lambat.

4)   Bunyi jantung lambat.

5)   Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemia dan asidosis  metabolik.

6)   Risiko untuk kematian bayi.

  1. Tanda-tanda stadium lanjut hipotermia :

1)   Muka,ujung kaki dan tangan berwarna merah terang.

2)   Bagian tubuh lainnya pucat.

3)   Kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada punggung,kaki dan tangan(sklerema).

Sumber: https://officialjimbreuer.com/

infobiz

Kembali ke atas