Pengendalian Penyakit Budidaya Tomat

Pengendalian Penyakit Budidaya Tomat

Pengendalian Penyakit Budidaya Tomat

Pengendalian Penyakit Budidaya Tomat
Pengendalian Penyakit Budidaya Tomat

Bercak Bakteri

Bercak bakteri tanaman tomat adalah bakteri (Xanthomonas vesicatoria). Berkembang pesat terutama pada musim hujan. Serangan di tandai adanaya bercak yang berwarna gelap mengkilap.

Pengendalian kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, Atau juga dari golongan anorganik seperti tembaga. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.

Bercak Daun Septoria

Penyakit ini karen di sebabkan oleh serangan cendawan septoria lycopersici.cendawan menyerang semua fase pertumbuhan. Gejala serangan berupa Bercak-bercak berwarna coklat yang akhirnya berubah Keabu-abuan pada permukaan daun bagian bawah, Tetapi daun berwarna hitam.

Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik. Contoh bahan aktif yang bisa di gunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai pada Kemasan.

Lunak Bakteri

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora serangan. Serangan itu menandai tempat di daun dengan air daun berubah warna menjadi coklat, terutama daun segar, serangan pada batang tanaman tomat menyebabkan keruntuhan. Penggunaan kontrol Kimia bakterisida antibiotik kelompok dengan bahan kasugamisin aktif, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oxytetracycline, atau dari kelompok anorganik seperti tembaga. Dosis / konsentrasi sesuai dengan kemasan.

Virus

adalah penyakit yang paling melemahkan budidaya tomat. Virus seperti tomat tanaman TomV, PVX, TMV dan CMV. Virus adalah penyakit yang berpotensi menyebabkan kegagalan, terutama di musim kemarau. Gejala umumnya ditandai kerdil pertumbuhan tanaman tomat, daun keriting dan ada bercak kuning-basahan kebasah. Penyakit virus belum ditemukan penangkalnya. Penyakit virus ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau pemancar. Beberapa hama sangat virus yang menular berpotensi menjadi salah thrips, kutu daun, kebul, dan tungau. Manusia juga dapat bertindak sebagai virus yang menular, baik melalui alat-alat pertanian dan tangan terutama ketika perempelan.

Beberapa virus menangani antara lain: membersihkan gulma (gulma berpotensi menjadi sejumlah virus), untuk mengendalikan hama / serangga menularkan virus, menghancurkan virus tanaman tomat yang terinfeksi, membersihkan alat dan memberikan pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak menjadi ceroboh saat menangani tanaman tomat.

Hama dan Penyakit Strategi Pengendalian Budidaya Tomat

Pengendalian hama ulat tanah dan nematoda dilakukan secara bersamaan hanya sekali memberikan insektisida, yaitu 1gram per lubang tanam.

Pengendalian hama ulat grayak, ulat buah, kutu daun, kebul, lalat buah dan penyakit menggunakan pestisida harus alternatif atau pengganti dari bahan-bahan aktif yang tercantum di atas setiap penyemprotan (tidak menggunakan bahan-bahan aktif yang sama, masing-masing).

Panen

Determinite jenis tomat dapat dipanen pada umur 65 hst dan 75 hst jenis usia tak tentu. 25% buah yang matang siap untuk dipanen.

 

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id