Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Penilaian Acuan Norma Dan Penilaian Acuan Patokan

Penilaian Acuan Norma Dan Penilaian Acuan Patokan

Penilaian Acuan Norma Dan Penilaian Acuan Patokan

  1. Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Arifin (2009) menyatakan bahwa Pendekatan acuan patokan merupakan pendekatan penilaian yang menentukan berhasil atau tidaknya siswa berdasarkan pada patokan atau criteria ataupun kompetensi tertentu. Arifin (2010) menyatakan bahwa pendekatan PAP membandingkan kedudukan siswa dengan kompetensi dasar dan tidak membandingkan kemampuan siswa dengan teman sekelasnya melainkan dengan suatu criteria spesifik

Djaali dan Muljono (2008) mendefinisikan penilaian acuan patokan sebagai pemberian nilai kepada siswa yang didasarkan pada tujuan instruksional yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengertian ini merujuk bahwa nilai yang diberikan kepada siswa menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional atau tingkat penguasaan terhadap materi yang telah ditentukan.

Harun (2004) menyatakan bahwa PAP pada dasarnya merupakan penilaian yang membandingkan hasil belajar mahasiswa terhadap suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa sebelum usaha penilaian dilakukan terlebih dahulu harus ditetapkan patokan yang akan dipakai untuk membandingkan angka- angka hasil pengukuran agar hasil pengukuran tersebut memiliki arti tertentu. Dengan demikian patokan yang dijadikan pembanding tidak dicari- cari di tempat lain dan pula tidak dicari di dalam sekelompok hasil pengukuran seperti yang dilakukan pada PAN.

Harun (2004) lebih lanjut menerangkan bahwa patokan yang telah disepakati terlebih dahulu tersebut biasanya disebut “Tingkat Penguasaan Minimum”. Siswa yang dapat mencapai atau bahkan melampai batas ini dinilai “lulus” dan belum mencapainya nilai “tidak lulus” mereka yang lulus ini diperkenankan menempuh kegiatan belajar yang lebih tinggi, sedangkan yang belum lulus diminta memantapkan lagi kegiatan belajarnya sehingga mencapai “batas lulus” tersebut. Yang menjadi hambatan dalam penggunaan PAP adalah sukarnya menetapkan patokan yang benar-benar tuntas.

Harun (2004) menjelaskan bahwa pendekatan PAP tidak berorientasi pada “apa adanya”. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan PAP tidak hanya menggunakan angka rata-rata yang dihasilkan oleh kelompok siswa yang diuji, melainkanmenetapkan kriteria keberhasilan sebelumnya. Kriteria keberhasilan merupakan “batas lulus” penguasaan bahan pelajaran dalam proses pengajaran. Tenaga pengajar tidak membiarkan mahasiswa menjalani sendiri proses belajarnya, melainkan terus-menerus secara langsung ataupun tidak langsung merangsang dan memeriksa kemajuan belajar mahasiswa serta membantu siswa melewati tahap-tahap secara berhasil. Proses pengajaran yang menjadi kegiatan PAP dikenal adanya ujian pembinaan (formative test) dan ujian akhir (summative test)usaha ini membantu mencegah siswa dari keadaan “terlanjur tidak menguasai” dengan baik bahan kompetensi dari tahap yang satu ke tahap berikutnya seperti dituntut oleh TKP. Hasil ujian pembinaan digunakan sebagal petunjuk (indikator) apakah siswa tertentu memerlukan bantuan dalam menjalankan proses belajarnya atau tidak. Ujian akhir dilaksanakan pada akhir proses pengajaran Ujian akhir meliputi semua bahan yang diajarkan dalam keseluruhan proses pengajaran dengan tujuan menguji apakah siswa telah menguasai seluruh bahan yang diajarkan itu dengan baik . Ujian akhir didasarkan sepenuhnya pada TKP Penyelenggaraan dan penggunaan hasil ujian pembinaan untuk membantu siswa yang memerlukan membuat PAP tidak hanya menekankan pada segi mutu hasil belajar siswa tetapi juga pada segi banyaknya siswa yang berhasil. Sebanyak mungkin mahasiswa dirangsang dan dibantu untuk mencapai pengu asaan kompetensi yang tinggi.

sumber

infobiz

Kembali ke atas