Penjelasan Mengenai Mandub

Penjelasan Mengenai Mandub

Penjelasan Mengenai Mandub

Penjelasan Mengenai Mandub
Penjelasan Mengenai Mandub

1. Mandub

a. Pengertian mandub

Menurut bahasa mandub adalah sesuatu yang dianjurkan. Sedangkan menurut istilah seperti dikemukakan Abdul Karim Zaidan, adalah suatu perbuatan yang dianjurkan oleh Allah dan RasulNya dimana akan diberi pahala orang yang melaksanakannya, namun tidak dicela orang yang melaksanakannya. Mandub disebut juga sunnah, nafilah, mustahab, tathawwi’, ihsan, dan fadilah.

b. Pembagian mandub

1. Sunnah muakkad (sunnah yang dianjurkan)
Yaitu perbuatan yang dibiasakan oleh Rasulullah dan jarang ditinggalkannya. Contoh: shalat sunnah dua raka’at sebelum fajar.
2. Sunnah ghairu muakkad (sunnah biasa)
Yaitu sesuatu yang dilakukan Rasulullah namun bukan menjadi kebiasaannya. Contoh: shalat sunnah sebelum zhuhur yang kedua kali.
3. Sunnah al zawaid
Yaitu mengikuti kebiasaan sehari-hari Rasulullah sebagai manusia. Misalnya, sopan santun dalam makan,minum dan tidur.

2. Haram

a. Pengertian haram

Kata haram secara etimologi berarti sesuatu yang dilarang mengerjakannya. Secara terminologi ushul fiqh kata haram berarti sesuatu yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, dimana orang yang melanggarnya dianggap durhaka dan diancam dengan dosa, dan orang yang meninggalkannya karena menaati Allah diberi pahala. Contoh: larangan berzina
23. Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah[ lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar

b. Pembagian haram

a. Al muharram li dzatihi: sesuatu yang diharamkan oleh syariat karena esensinya mengandung kemadharatan bagi kehidupan manusia, dan kemudharatan itu tidak bisa terpisah dari dzatnya.contoh:larangan zina,larangan menikahi mahram.

b. Al muharram li ghairihi: sesuatu yang dilarang bukan karena esensinya, karena secara esensial tidak mengandung kemudharatan, namun dalam kondisi tertentu, sesuatu itu dilarang karena ada pertimbangan eksternal yang akan membawa kepada sesuatu yang dilarang secara esensial.contoh: larangan melakukan jual beli pada waktu azan shalat jum’at (al jumuah:9)

Artinya: “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.”

Baca Juga: