Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Perbedaan Activity Based Budgeting dengan Functional Based Budgeting

Perbedaan Activity Based Budgeting dengan Functional Based Budgeting

Activity based budgeting berbeda secara signifikan dengan functional based budgeting.

–       Fokus functional budgeting adalah perwujudan tujuan fungsi (seperti fungsi pemasaran, fungsi produksi, dan fungsi keuangan), sehingga sering kali tujuan perusahaan secara keseluruhan terabaikan. Activity based budgeting, di pihak lain, berfokus ke pencapaian tujuan sistem __serangkaian proses yang didesain untuk menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan customer, baik internal maupun eksternal

–       Manajer yang bertanggung jawab sebagai penyusun anggaran (budgeter) dalam functional based budgeting adalah manajer fungsional __manajer yang memimpin personel yang memiliki keahlian spesifik dan sempit. Spesialisasi keahlian personel di bawah manajer fungsional mengurangi kemampuan mereka untuk memecahkan masalah atau menggarap peluang bisnis yang kompleks. Di lain pihak, penyusutan anggaran dalam activity based budgeting terutama adalah case manager dan team leader. Kedua tipe pemimpin ini memimpin berbagai personel yang memiliki berbagai keahlian, sehingga memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah atau menggarap peluang bisnis yang kompleks dalam waktu cepat.

–       Tujuan yang hendak dicapai melalui functional based budgeting adalah (1) menjalankan bagian dari sistem yang telah ada, (2) memenuhi kebutuhan fungsi, (3) menyediakan tolok ukur untuk pengendalian pelaksanaan pekerjaan fungsi, dan (4) alokasi sumber daya. Di lain pihak activity based budgeting bertujuan untuk (1) melaksanakan improvement terhadap sistem (bukan hanya bagian dari sistem), (2) memuaskan kebutuhan customer, baik internal maupun eksternal, (3) mencari peluang bisnis, bukan sekedar penyelesaian masalah-masalah bisnis yang dihadapi, dan (4) mewujudkan penciptaan nilai (value creation) melalui manajemen berbasis aktivitas.

Dalam penyusunan anggaran tradisional, pada umumnya proses penyusunan anggaran dimulai dari pembuatan prakiraan penjualan (sale forecast) yang dibuat oleh fungsi pemasaran. Berdasarkan prakiraan penjualan ini, kemudian dilakukan alokasi sumber daya ke fungsi-fungsi lain seperti teknik, produksi, pengadaan, keuangan, akuntansi, keamanan, SDM untuk menunjang perwujudan prakiraan penjualan yang dibuat oleh fungsi pemasaran.

baca juga :

POS-POS TERBARU

infobiz

Kembali ke atas