Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Perbedaan Al-Quran dengan Hadis Qudsi

Perbedaan Al-Quran dengan Hadis Qudsi

Ada beberapa perbedaan antara Al-Quran dan Hadis Qudsi diantaranya sebagai berikut :

1)   Al-Quran Al-Karim Adalah Kalam Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW. Dengan Lafadznya. Dengan kalam Allah itu pula, Orang Arab ditantang untuk membuat yang serupa dengannya, sepuluh Surat yang serupa itu, bahkan satu surat, tetapi mereka tidak mampu membuatnya. Tantangan itu tetap berlaku karena Al-Quran adalah mukzijat yang abadi hingga hari kiamat, sedangkan hadis qudsi tidak digunakan untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

2)   Al-Quran Al-Karim hanya dinisbatkan kepada Allah sehingga dikatakan,` Allah ta`ala telah berfirman`. Sedangkan hadis qudsi terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah sehingga nisbat yang dibuatkan. Maka dikatakan, `Allah telah Berfirman atau allah Berfirman.` terkadang pula diriwayatkan dengan disandarkan kepada Rasulullah SAW., tetapi nisbatnya adalah nisbat Khabar. Karena nabi yang menyampaikan hadis itu dari allah Swt, dikatakan Rasulullah SAW. Mengatakan mengenai apa yang diriwayatkan dari tuhannya.

3)   Seluruh isi Al-Qur`an dinukil secara mutawatir sehingga kepastiannya sudah mutlak. Hadis-hadis qudsi kebanyakannnya adalah khabar ahad sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan. Ada kalanya hadis qudsi itu sahih, terkadang hasan (baik), dan terkadang pula dhaif (lemah).

4)   Al-quran Al-karim dari Allah, baik lafadz maupun maknanya maka Al-Quran adalah wahyu, baik dalam lafaz maupun maknanya. Adapun hadis qudsi, maknanya saja dari allah, sedangkan lafadznya dari Rasulullah SAW. Hadis qudsi adalah wahyu dalam makna, tetapi bukan sebagian besar ahli hadis, diperbolehkan meriwayatkan hadis qudsi dengan maknanya saja.

5)   Membaca Al-Quran Al-Karim merupakan ibadah sehingga dibaca dalam shalat. Sebagaimana Allah SWT. Berfirman yang Artinya : karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. (Q.S. Al-Muzzammil : 20 )

Adapun Hadis Qudsi tidak disuruh dibaca di dalam shalat. Allah memberikan pahala membaca hadis qudsi secara umum saja. Membaca hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca Al-quran bahwa pada setiap huruf terdapat kebaikan.[9]

  1. Hadits Marfu`

Hadits Marfu` adalah perkataan, perbuatan, atau taqrir yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW., baik sanand hadits tersebut bersambung-sambung atau terputus, Baik yang menyandarkan haditst itu sahabat maupun lainnya.[10]

Definisi ini memungkinkan hadits muthasil, Mu`allaq, Mursal, Munqathi, dan Mudhal, menjadi Marfu`. Adapun hadits Mauquf dan hadits Maqthu`, tidak dapat menjadi Marfu`bila tidak ada Qarinah yang me-marfu`kannya. Dengan demikian , dapat diambil ketetapan bahwa tiap-tiap hadits Marfu` itu tidak selamanya bernilai sahih atau hasan, tetapi setiap hadits shahih ataau hasan, tentu marfu` atau dihukumkan marfu`.

sumber :
https://astalift.co.id/seva-mobil-bekas/

infobiz

Kembali ke atas