Pimpin Raker Transportasi 2018

Pimpin Raker Transportasi 2018

Pimpin Raker Transportasi 2018

 

Pimpin Raker Transportasi 2018

Pelaksana tugas

(Plt). Wali Kota Bogor Usmar Hariman memimpin rapat kerja (raker) terkait dengan progres transportasi Kota Bogor 2018 di ruang Paseban Narayana, Balaikota Bogor, Kamis (05/04/2018) siang.

Kelurahan se-Kota Bogor

Adapun pembahasan dalam rapat tersebut diantaranya, konversi angkot ke bus (3:2), penyempurnaan perluasan 30 trayek angkutan kota di 68 Kelurahan se-Kota Bogor, peluncuran bus sekolah, parkir off street (jalan Ir. H. Djuanda), parkir on street (jalan Suryakencana), persiapan regulasi Perda mengenai subsidi untuk badan hukum, bus wisata Uncal yang sudah selesai proses adminstrasinya, program Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) dan pemberlakuan Terminal Parkir Elektronik (TPE).

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman menjelaskan, dalam raker tersebut dibahas mengenai perubahan capaian target untuk merealisasikan program di 2017 yang belum tercapai dan akan dilaksanakan di tahun 2018 ini, seperti pengembangan koridor BTS Trans Pakuan, konversi angkot ke bus (3:2) dan penyempurnaan perluasan 30 trayek angkutan kota dari 23 trayek.

“Ada juga pembahasan mengenai peluncuran 2 bus sekolah di tahun ini yang telah dianggarkan di Dinas Pendidikan (Disdik) yang sudah proses pengadaan dan tinggal mematangkan rutenya,” katanya.

Menurutnya program bus sekolah tersebut ditargetkan di tahun 2019 nanti berjumlah 4 bus yang akan dikelola UPTD Terminal dan angkutan jalan dibawah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke sekolah, terutama di wilayah Bogor Tengah, Bogor Utara dan Bogor Timur. “Untuk tarifnya memang belum dibahas, mudah-mudahan bisa disubsidi,” tuturnya.

Mengenai subsidi untuk badan hukum dalam menunjang konversi angkot ke bus kata Usmar, akan dibahas dengan DPRD Kota Bogor, karena subsidi ini menjadi persoalan yang harus segera diatasi agar program konversi angkot ke bus ini berjalan. “Pada prinsipnya subsidi untuk badan hukum boleh dan dibenarkan asalkan bentuk badan hukumnya jelas,” ujarnya.

Dinas Perhubungan

Turut hadir dalam raker tersebut dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Plt. Dirut PDJT Kota Bogor Bambang Budianto, UPTD Terminal.

Sumber : https://www.ayoksinau.com/