Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Presiden 7 Kali Ganti, Nenek 84 Tahun Ini Tetap Mengajar

Presiden 7 Kali Ganti, Nenek 84 Tahun Ini Tetap Mengajar

Presiden 7 Kali Ganti, Nenek 84 Tahun Ini Tetap Mengajar
Presiden 7 Kali Ganti, Nenek 84 Tahun Ini Tetap Mengajar

Neneh Hasanah, nenek tua berusia 84 tahun asal Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi ini akan menjadi inspirasi bagi kita semua, terutama yang berprofesi sebagai seorang pengajar. Berbekal ketulusan, Neneh hingga kini masih setia membinani generasi-generasi penerus berpendidikan.

Perempuan lanjut usia yang tinggal di Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 Desa Seuseupan,

Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi tersebut hingga saat ini masih aktif sebagai tenaga pengajar di sekolah miliknya sendiri, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Assahriyah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Misbahul Aulad.
Neneh mengaku sudah mengajar sejak tahun 1954. Keriput yang sangat terlihat menutupi kulit dan uban yang kian memenuhi rambutnya itu nampak tak menghalangi kecintaan nenek beranak sembilan tersebut kepada dunia pendidikan. Bahkan matanya saja masih bisa melihat dan membaca dengan jelas apa yang tertera dalam buku.
Untitled Image

Neneh Hasanah (84 tahun), nenek yang masih aktif mengajar di YPI Assahriyah Diniyah

Takmiliyah Awaliyah (DTA) Misbahul Aulad, Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 Desa Seuseupan Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Oksa BC
“Alhamdulillah, saya memang suka mengajar dari dulu. Alasan mengapa saya mengajar adalah untuk menutupi semua kesalahan saya di saat sholat saya tidak khusyuk dan infaq saya tidak besar. Dan tentunya, saya pun ingin mengamalkan apa yang saya tahu,” ucap Neneh saat diwawancarai sukabumiupdate.com di kediamannya, Minggu (19/1/2020).

Saat ini, Neneh mengajar di dua kelas yang berbeda, yaitu kelas V dan kelas VI, dengan total

murid di dua kelas tersebut mencapai 25 orang. Belasan mata pelajaran yang diantaranya seputar pendidikan islam dan sejarah Indonesia, diajarkan Neneh kepada para siswanya tanpa berharap imbalan apapun. “Memang ada iuran. Satu orang Rp 15.000 per bulan. Tapi, ya ada yang bayar ada yang tidak. Tapi tidak apa-apa,” tambah Neneh.
Dengan sangat jelas dan normal, Neneh menunjukkan jadwal dan tiap mata pelajaran serta beberapa buku yang kerap ia bawa ke sekolah untuk diajarkan kepada siswa-siswinya. Hebatnya lagi, Neneh masih dapat membaca tulisan dalam buku tersebut dengan sangat baik. Tak hanya itu, ia pun masih sangat mengingat tanggal-tanggal penting dalam hidupnya. “Perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan angka pun Insyaallah saya masih bisa,” sambung Neneh.

 

Baca Juga :

infobiz

Kembali ke atas