Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Rabbaniyah (Ketuhanan)

Rabbaniyah (Ketuhanan)

Syariat Islam adalah syariat yang Rabbani, artinya Allah-lah yang mengatur perjalanan hidup dan kehidupan manusia, agar dapat membina hubungan antar individu maupun jamaah diatas landasan yang kokoh, jauh dari kekerdilan, ekstrimitas, hawa nafsu dan pertentangan manusia. Dan Syariat Islam ini adalah syariat tunggal yang memiliki keistimewaan dibanding dengan syariat lain, yang berasaskan wahyu Allah dan kalimat-kalimat-Nya, yang terjaga dari kesalahan dan kedzaliman. Oleh karena dalam Islam bahwa musyarri (yang meletakkan syariat) adalah Allah SWT. Karena itu, maka Allah jualah yang berhak memerintah, melarang, menghalalkan, mengharamkan dan memberikan kewajiban. Selain-Nya tidak diizinkan menyusun syariat, asalkan tidak tertera dalam nash dan tidak bertentangan dengan nash. Yang diberi hak untuk menyusun syariat yang demikian adalah seorang mujtahid atau mustanbith (pengambil hukum) atau yang melakukan kompilasi hukum. jadi dia bukan pembuat dan peletak syariat. Bahkan Rasul SAW sendiri bukan pembuat dan peletak syariat, beliau hanyalah penyampai syariat yang harus ditaati karena apa yang diperintahkan Rasul juga merupakan Perintah Allah juga. Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Nisa’ : 80

`¨B ÆìÏÜムtAqß™§9$# ô‰s)sù tí$sÛr& ©!$# (

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia Telah mentaati Allah.”

Maka, hukum syar’i yang mencakup wajib, sunnah, haram, makruh, mubah adalah milik Allah bukan milik seseorang selain-Nya. Oleh karena itulah maka Ulama Ushul Fiqh menta’rifkan hukum syar’i sebagai berikut :

“Kalam Allah yang berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan mukallaf (yang melakukan hukum) sebagai tuntutan (keharusan) atau pilihan. Tuntutan disitu berupa tuntutan keharusan agar dikerjakan yang berupa wajib dan sunnah, atau tuntutan untuk ditinggalkan berupa haram dan makruh. Sebagaimana yang dimaksudkan dengan pilihan (ikhtiyar) tadi, adalah mubah, dimana sang mukallaf diberi pilihan untuk mengerjakan atau meninggalkan.”[1] Maka yang memberikan taklif (amanat hukum) adalah Allah SWT.

  1. Sempurna

Sempurna artinya utuh, lengkap segalanya. Kesempurnaan hukum Islam (syariat) dapat dilihat dengan diturunkannya syariat Islam dalam bentuk yang umum dan mengglobal permasalahannya, kecuali hal-hal yang bersifat langgeng, nash memuat prinsip-prinsip hukum terperinci, konkret dan teknis. Misalnya masalah peribadatan.[2]

Dengan menetapkan patokan-patokan umum tersebut hukum Islam dapat benar-benar menjadi petunjuk yang universal, dapat diterima di semua tempat dan setiap saat. Setiap saat umat manusia dapat menyesuaikan tingkah lakunya dengan garis-garis kebijaksanaan Al-Qur’an, sehingga mereka tidak melenceng.

Penetapan Al-Qur’an tentang hukum dalam bentuk yang global dan simple itu dimaksudkan untuk memberikan kebebasan pada umat manusia untuk melakukan ijtihad sesuai dengan situasi dan kondisi zaman. Dengan sifatnya yang global ini diharapkan hukum Islam dapat berlaku sepanjang masa.[3]

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/sony-music-jepang-kenalkan-teknologi-interaktif-di-afa-jakarta/

 

infobiz

Kembali ke atas