Rebutan, SDN Jagalan Kota Mojokerto Kurang Siswa

Rebutan, SDN Jagalan Kota Mojokerto Kurang Siswa

Rebutan, SDN Jagalan Kota Mojokerto Kurang Siswa

Rebutan, SDN Jagalan Kota Mojokerto Kurang Siswa
Rebutan, SDN Jagalan Kota Mojokerto Kurang Siswa

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jagalan di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto kekurangan siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 ini. Dari pagi sebanyak 28 siswa, SDN yang terletak di pemukiman padat penduduk ini hanya menerima 14 siswa saja.

Kepala SDN Jagalan, Taryo Abdul Ghofar mengatakan, PPDB di SDN Jagalan tidak beda jauh dengan SDN tetangga karena sudah ada pembagian wilayah. “Kelas 1 dari kuota 28, dapat 14 siswa. Jika ada siswa yang mendaftar, kami akan lapor Dinas Pendidikan,” ungkapnya, Selasa (16/7/2019).
Baca Juga:

Demo PPDB: Ini Keluhan dan Protes Guru SMP Swasta
Sistem Zonasi PPDB Rugikan Warga di Daerah Pinggiran
Kumpulkan Kasek, Kain Seragam Gratis di Kota Mojokerto Segera Didistribusikan
Demonstran Hadang Mobil Keluar Grahadi, Gubernur Keluar Lewat Pintu Belakang
Ketua DPRD Surabaya Dukung Penuh Aksi Tolak Zonasi

Tanggal 2 Juli PPDB dibuka, tanggal 3 Juli menerima siswa dari satu kecamatan Kranggan,

tanggal 4 Juli menerima siswa antar kecamatan, tanggal 5 Juli menerima siswa dalam dan luar kota jika kekurangan pagu. Jika sampai saat ini, ada pendaftar maka akan dilaporkan Dinas Pendidikan.

“Nantinya Dinas Pendidikan akan memberikan rekom, jika boleh diterima maka akan kami terima. Tiga tahun lalu, dapat 25 siswa dua tahun berturut-turut tapi sejak tahun kemarin turun. Dapat 16 siswa dan PPDB tahun ini dapat 14 siswa,” katanya.

Taryo menduga, kurangnya pagu siswa dalam dua tahun ini di SDN Jagalan lantaran adanya krisis kepercayaan dari masyarakat sekitar. Kurangnya kepercayaan lantaranya sebelumnya banyak masalah di SDN Jagalan. Misal terkait kurang disiplin, kurang inovasi, motivasi, komunikasi dan lokasi di dalam.

“Kami mulai beberapa tahun lalu, setiap PPDB berupaya memulihkan kepercayaan

masyarakat dengan mengandeng perangkat desa dan silaturahmi ke sejumlah TK di sekitar dan di kecamatan sebelah. Untuk memberikan gambaran agar bisa diarahkan ke SDN Jagalan,” katanya.

Selain itu, lanjut Taryo, penyebabnya sekolah sekarang yang diminati masyarakat adalah sekolah yang ada di tepi jalan sehingga kelihatan bangunan. Namun menurutnya, ia berani menjamin di SDN Jagalan, proses pembelajaran dan tenaga pendidik profesional.

“Saya bisa jamin, guru di SDN Jagalan sudah profesional. Lulusan SI, bahkan ada yang S2.

Hanya saja dulu ada masalah sehingga SDN Jagalan terkesan diremehkan. Sekarang banyak yang sekolah di MI sehingga kita juga ikut bersaing dengan memberikan kegiatan keagamanaan,” ujarnya.

Yakni dengan memberikan kegiatan keagamaan setiap hari di luar jam pelajaran. Seperti hafalan doa pendek, semaan Al Qur’an, hafalan juz amma. Fasilitas di SDN Jagalan yang berdiri sejak tahun 1974 ini, saat ini sudah cukup memadai dengan dibangunnya mushola tahun 2016 untuk mendukung kegiatan keagamaan.

 

Baca Juga :