Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk
Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

2010 – Sekarang: Kehidupan berkelanjutan

Menyadari bahwa kami berada pada titik balik dalam sejarah, Unilever membuat strategi yang menghindarkan perkembangan dari dampak lingkungan, seraya meningkatkan dampak positif Unilever pada masyarakat. Menjadikan kehidupan yang berkelanjutan menjadi hal yang lumrah.

Dalam menghadapi perubahan iklim, ketidakstabilan, dan ancaman terhadap kemajuan yang dicapai dalam meningkatkan standar hidup di abad ke-20, Unilever meluncurkan Prinsip Bisnis Berkelanjutan Unilever, rancangan kami untuk model bisnis yang berkelanjutan.

Prinsip Bisnis Berkelanjutan Unilever mengatur ratusan target dan komitmen yang di bagi ke dalam tiga tujuan utama:

  • Unilever akan Membantu lebih dari satu miliar orang untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.
  • Unilever akan mengurangi separuh dampak lingkungan dari pembuatan dan penggunaan produk kami
  • Unilever akan meningkatkan penghidupan ribuan orang dalam rantai pasokan kami.

Setelah peluncurannya pada tahun 2010, Prinsip Bisnis Berkelanjutan Unilever diakui oleh komentator independen sebagai salah satu dari rencana keberlanjutan yang paling ambisius yang pernah dibuat oleh perusahaan internasional, dan terus berkembang, mendorong perkembangan bisnis kami seraya memanfaatkan jangkauan dan keahlian kami untuk menciptakan perubahan di dunia.

Pada tahun 2014, ‘merek kehidupan berkelanjutan’ Unilever, merek yang memiliki tujuan berkelanjutan dan berkontribusi dalam satu atau lebih tujuan Prinsip Bisnis Berkelanjutan Unilever, berkembang dua kali lipat dari laju bisnis lain dan memberikan kontribusi besar dalam perkembangan secara keseluruhan.

Peran yang dapat diambil oleh bisnis dalam menciptakan masa depan yang lebih aman dan adil tetap menjadi agenda global utama, yang ditandai dengan acara seperti Konferensi Iklim Paris 2015 dan peluncuran tujuan global PBB.

Unilever menetapkan tiga area yang dapat menjadi target perubahan sistem yang nyata dengan bekerja dalam kemitraan bersama orang lain dalam bisnis, masyarakat sipil, pemerintah, dan NGO: perubahan iklim, dan penggundulan hutan; air, sanitasi, dan kebersihan; serta pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.

2010

Unilever dinobatkan sebagai pemimpin sektor makanan dalam ‘sektor super’ Makanan & Minuman Indeks Keberlanjutan Dow Jones, selama 12 tahun berturut-turut.

Para pemegang saham Alberto Culver memberikan suara yang mendukung akuisisi Unileveri atas perusahaan tersebut, membawa merek, termasuk TRESemmé, Alberto VO5, Nexxus, St Ives, dan Simple ke dalam portofolio Unilever.

2011

CEO Unilever, Paul Polman, mengikrarkan dukungan Unilever gerakan seluruh industri untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

2012

Omzet Unilever melampaui €50 miliar, dengan semua wilayah dan kategori menyumbang pada perkembangannya. Kami kini mempunyai 14 merek dengan masing-masing penjualan lebih dari €1 miliar per tahun.

Unilever terus menghasilkan kemajuan yang baik dalam mencapai target Prinsip Bisnis Berkelanjutan Unilever. Lebih dari sepertiga bahan baku pertanian berasal dari sumber berkelanjutan dan lebih dari 50% pabrik mencapai target tidak mengirimkan limbah apa pun ke penimbunan sampah. Unilever menjangkau 224 juta orang melalui program untuk mengurangi penyakit diare dengan mencuci tangan menggunakan sabun, menyediakan air yang aman untuk diminum, mempromosikan kesehatan mulut, dan meningkatkan harga diri anak-anak muda.

2013

Unilever dinobatkan sebagai pemenang penghargaan Catalyst Award 2013 yang bergengsi untuk prakarsa kami yang memperluas peluang bagi perempuan dan bisnis. Perusahaan ini kembali memasuki pasar Myanmar dengan peluncuran operasi bisnis yang penuh, termasuk fasilitas produksi yang baru dan kantor pusat yang baru di Yangon. Unilever menyabet 44 penghargaan di Festival Kreativitas Internasional Cannes Lions ke-60.

2014

Unilever meluncurkan Penghargaan Wirausahawan Muda Kehidupan Berkelanjutan Unilever, yaitu program penghargaan internasional yang dirancang untuk menginspirasi anak-anak muda di seluruh dunia untuk menanggulangi berbagai masalah lingkungan, sosial, dan kesehatan.

Terlepas dari lingkungan ekonomi yang sulit, Unilever meraih pertumbuhan pendapatan dan laba selama lima tahun berturut-turut. Unilever terus memperbagus portofolio, melakukan sejumlah akuisisi strategis sepanjang tahun ini, termasuk bisnis es ktim super premium Talenti di Amerika Utara dan bisnis penyaringan air Qinyuan di Tiongkok.

Unilever dinobatkan sebagai pemimpin kelompok industri Makanan, Minuman, dan Tembakau pada ulasan Indeks Keberlanjutan Dow Jones (DJSI) 2014.

2015

Unilever terus memperlihatkan pertumbuhan menguntungkan yang konsisten dalam pasar yang bergejolak seraya memperkuat keberlanjutan portofolio Unilever.

Untuk yang ke-15 kali dalam 16 tahun, Unilever dinobatkan sebagai pemimpin Kelompok Industri Makanan, Minuman, & Tembakau dengan skor 92 dari 100. Unilever juga dipilih sebagai komponen indeks Kaeberlanjutan Dow Jones (DJSI) setelah partisipasi Unilever dalam Penilaian Keberlanjutan Perusahaan RobeconSAM 2015.

Pada bulan Januari kami mengumumkan bahwa kami telah mencapai dua target mengirimkan nol limbah tak berbahaya ke penimbunan sampah dari seluruh jaringan pabrik kami, sementara pada bulan Juni kami berhasil menghemat 1 juta ton emisi CO2 sejak tahun 2008.

‘Merek kehidupan berkelanjutan’ kini mewakili setengah pertumbuhan Unileverdan berkembang dua kali lebih cepat daripada meraih kami yang lain. Merek terkemuka kami dalam jumlah yang semakin meningkat telah mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam kontribusi yang mereka berikan kepada dunia, tujuan mereka, dan ke dalam bahan-bahan serta siklus masa pakai produk mereka.

Unilever berkontribusi dalam peluncuran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dan ikut dalam seruan aksi global pada Konferensi Iklim Paris (COP21) 2015. Unilever mengumumkan bahwa kami akan menjadi ‘positif karbon’ pada tahun 2030.

Baca juga artikel: