SMAN 2 Padalarang Ajak Siswa Bikin 1000 Eco Brick

SMAN 2 Padalarang Ajak Siswa Bikin 1000 Eco Brick

SMAN 2 Padalarang Ajak Siswa Bikin 1000 Eco Brick

SMAN 2 Padalarang Ajak Siswa Bikin 1000 Eco Brick
SMAN 2 Padalarang Ajak Siswa Bikin 1000 Eco Brick

Dalam rangka mengejar target sekolah adiwiyata, SMA Negeri 2 Padalarang mengajak siswa

untuk membuat monumen Kujang dan Gapura dari 1.089 Eco Brick atau Bata Ramah Lingkungan.

Bertajuk Gebyar 1.000 Eco-Brick, total 1.089 eco brick dihasilkan oleh warga sekolah dengan memungut sampah disekitar sekolah.

Kepala SMAN 2 Padalarang Dadin Sasmita mengatakan, kegiatan Gebyar 1.000 Eco-Brick

merupakan salah satu poin yang diupayakan sekolah untuk program adiwiyata.

SMAN 2 Padalarang juga berupaya menciptakan sekolah ramah lingkungan dengan penanaman pohon di lingkungan sekolah.

“Daripada sampah-sampah di sekolah berserakan, jadi kami kumpulkan dalam bentuk eco brick. Kemudian eco brick itu dijadikan dua monumen kujang, dan satu gapura. Kalau eco brick yang terkumpul hari ini masih kurang, kami akan coba lanjutkan lagi program ini,” kata Dadin di SMAN 2 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (2/5).

Dalam kegiatan tersebut, sampah-sampah yang ada di sekolah dikumpulkan dan dimasukan

ke dalam botol plastik bekas. Agar menjadi eco brick yang kokoh, sampah yang dimasukan memiliki bobot ideal, yakni botol berukuran 600 mililiter seberat 200-250 gram, sedangkan botol berukuran 1,5 liter seberat 500-700 gram.

Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup pada Dinas LH Bandung Barat Zamilia Floreta menuturkan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan SMAN 2 Padalarang. Program sekolah adiwiyata, kata dia, baru tahun ini diselenggarakan di KBB. Sekolah yang terpilih, kata dia, akan mewakili Bandung Barat pada program serupa di tingkat provinsi pada tahun depan

 

Sumber :

https://nashatakram.net/pemikiran-fase-renaissance-dan-modernisme/