Infobiz.co.id

Infobiz.co.id Situs Berita Seputar Teknologi Terbaru, Informasi Games Terupdate, Keamanan Digital, Aplikasi Dan Cyber Attack Reporting.

Tata Cara Sholat Orang Sakit

Tata Cara Sholat Orang Sakit

Tata Cara Sholat Orang Sakit
Tata Cara Sholat Orang Sakit

Shalat Bagi Orang yang Tidak Berdiri

Shalat ialah ibadah yang sangat penting dimana saja berada, kapan saja dan dalam keadaan bagaimanapun juga kita wajib melaksanakan ibadah shalat. Orang yang sedang sakit wajib pula melaksanakan shalat selama nalar dan ingatannya masih sehat (sadar). Shalat ialah fardhu ‘ain, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan tiap-tiap pribadi muslim dan muslimah
Suatu kemurahan dari Allah SWT bagi kita dalam melaksanakan shalat, misalnya, kita sedang sakit. orang yang sedang sakit boleh melaksanakan shalat (shalat wajib) sebisanya, ibarat orang yang tidak bisa mengerjakan shalat dengan berdiri, sanggup mengerjakan dengan duduk (seperti posisi duduk diantara dua sujud),atau boleh dengan berbaring atau terlentang bagi orang yang tidak bisa mengerjakan shalat dengan duduk. adapun bacaan-bacaannya sama ibarat dalam shalat biasa atau shalatnya orang-orang sehat.

Sabda Nabi Muhammad SAW :
Artinya : Dari teman bersahabat Ali bin Abi Thalib dari Nabi SAW sudah bersabda “shalat orang sakit sambil berdiri jikalau mampu, jikalau tidak bisa shalatlah dengan duduk, jikalau ia tidak bisa sujud, maka arahan saja dengan kepalanya, tetapi hendaklah sudutnya lebih rendah daripada ruku’nya jikalau ia tidak bisa shalat dengan duduk, maka shalatlah dengan berbaring kesebelah kanan menghadap kiblat, jikalau tidak bisa juga maka shalatlah ia dengan terlentang kedua kakinya ke arah kiblat. (H.R. ad-Daru Quthni)

Teknik Shalat Orang Sakit

1. Teknik shalat dengan duduk

a. Duduklah ibarat duduk pada tahiyat awal ( duduk di antara dua sujud ) kemudian berniat sesuai shalat yang akan dikerjakan, dan bertakbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan, Serta membaca takbir
b. setelah takbiratul ihram kedua belah tangannya disedakepkan diatas dada.sesudah itu membaca doa iftitah, surat fatiha dan surat dari al-Qur’an.
c. setelah itu rukuk’, yitu dengan duduk membungkuk sedikit ke arah depan dengan membaca tasbih rukuk’, sebagaimana shalat biasa (shalat degan berdiri)
d. I’tidal yaitu duduk kembali ibarat tiruanla serta membaca tasbih i’tidal
e. Sesudah itu sujudlah sebagaimana sujud biasa serta bacalah tasbih nya, kemudian duduklah kembali menyempurnakan raka’at yang kedua, sebagaimana pada raka’at yang pertama. demikianlah seterusnya hingga salam.

2. Teknik Shalat dengan berbaring

a. jikalau kita shalat dengan duduk tidak bisa, hendaklah kita shalat debgan berbaring, yaitu seluruh angota tubuh dihadapkan ke kiblat.
b. Yang dimaksud dengan berbaring ialah kita pulas miring diatas rusuk yang sebelah kanan dengan membujur ke sebelah selatan. indera pendengaran sebelah kanan tertindih oleh bab sebelah kanan pula.
c. Selanjutnya muka dan perut, dada dan kaki menghadap kearah kiblat, dengan disertai niat dan bertakbir ibarat biasa.
d. Untuk melaksanakan rukuk’ dan sujud cukup dengan anggukan kepala atau dengan memakai kedipan pelupuk mata.
e. Jika tiruana tidak bisa dilakukan (dengan anggukan kepala dan kedipan pulupuk mata) maka gunakanlah hati selama kita masih sadar. demikianlah seterusnya hingga salam (selesai)

3. Teknik Shalat dengan terlentang

Bila kita tidak bisa shalat dengan duduk dan tidak bisa shalat dengan berbaring, maka boleh shalat dengan terlentang cara melaksanakan dengan terlentang yaitu kedua kaki di luruskan ke kiblat ( kaki berada di sebelah barat), kepala diganjal bantal (kepala berada di sebelah timur), supaya muka sanggup menghadap ke kiblat (kalau bisa kepala di janjal agak tinggi ), kemudian berniat shalat sesuai dengan shalat yang akan dilaksanakan. Untuk melaksanakan rukuk’ dan sujud cukup cukup dengan memakai kedipan mata. jikalau kedipan mata saja tidak bisa maka gunakanlah hati selam nalar kita masih sadar. adapun baca-bacaannya , ibarat bacaan takbir, surat al-fatiha, surat dari al-Qur’an, tahiyat dan sebagainya, sama ibarat bacaan pada waktu kita shalat. Dan seterusnya hingga selesai, sesuai jumlah raka’at dari shalat yang dikerjakan.

4. Praktek Shalat dalam keadaan Sakit

Baca Juga: Ayat Kursi

Berwudhu terlebih lampau, atau kalau dilarang makai air maka, bertayammum
Duduk, berbaring atau terlentang (kalau tidak bisa berdiri ) sambil menghadap kiblat.
Melakukan takbiratul ihram Membaca doa iftitah
Membaca surat al-fatiha.
Membaca surat atau ayat dari al-Qur’an.
Melakukan rukuk’ dengan membaca tasbih rukuk’ .
Melakukan i’tidal dengan membaca bacaan i’tidal.
Melakukan sujud pertama dengan membaca tasbih sujud.
Melakukan sujud kedua.
Untuk raka’at kedua sama ibarat raka’at pertama.
Untuk shalat shubuh pada raka’at kedua setelah i’tidal di sunnakan membaca do’a qunut. kemudian sujud dua kali, membaca tasyahud final di teruskan dengan salam kekanan dan kekiri.

Shalat yang empat atau tiga raka’at, setelah dua raka’at, dilakukan tasyahud awal, kemudian di teruskan raka’at belum sempurnanyanya. Raka’at ketiga atu ke empat, setelah membaca surat al -fatiha tidak membaca surat lain dari al-Qur’an acara shalat diakhiri dengan salam sambil menghadapkan wajah kekanan dan kekiri.

Pentingnya Shalat Walaupun Dalam Kondisi Sakit

Shalat ialah ialah ibadah yang sangat penting. Terbukti perintah itu eksklusif dari Allah SWT, melalui malaikat jibril.Nabi Muhammad SAW dipanggil oleh Allah SWT melalui perintah Isra’ Mi’raj, disitulah Nabi mendapatkan perintah eksklusif dari Allah wacana shalat lima waktu.
Shalat ialah sebagai masukana komunikasi (hubungan) antara insan dengan Allah. Firman Allah SWT :
Artinya : … dan dirikanlah shalat (karena) bersama-sama shalat itu mencegah insan dari perbuatan keji dan munkar. bersama-sama Allah itu sangat besar keuntungannya (Q.S. al-Ankabut : 45)
Karena sangat pentingnya shalat dalam kehidupan beragama, maka Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Barang siapa yang mendirikan shalat, bersama-sama ia sudah menegakkan agama dan barang siapa yang meninggalkannya, bersama-sama ia sudah meruntuhkan agama”.
Sebagai tiang agama, sholat ialah doa yang dihadapkan dengan sepenuh jiwa hati kehadirat Allah SWT, untuk memmembersihkankan jiwa hati dari segala pikiran serta perbuatan keji dan mungkar, supaya menerima kekuatan untuk membangun diri, keluarga masyarkat dan negara dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dengn ridha Allah. Begitu sangat pentingnya sholat,maka dalam situasi dan kondisi apapun kita wajib melaksanakan sholat selama nalar masih sehat.

infobiz

Kembali ke atas